<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dadan Ramdani's Blog</title>
	<atom:link href="http://ramdani1428.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ramdani1428.wordpress.com</link>
	<description>Hanya orang biasa yang tak tahu alasan manusia untuk saling menyakiti dan mencelakakan manusia lain. Tapi bila untuk saling menolong dan membantu, perlukah alasan??</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2009 19:26:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ramdani1428.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dadan Ramdani's Blog</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ramdani1428.wordpress.com/osd.xml" title="Dadan Ramdani&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ramdani1428.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2009/01/26/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2009/01/26/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 01:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa- mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;ApakahTuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;. &#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=250&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-<br />
mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;ApakahTuhan menciptakan segala<br />
yang ada?&#8221;.<br />
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;.<br />
&#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi.<br />
&#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut.</p>
<p>Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan<br />
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip<br />
kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa<br />
berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.&#8221;</p>
<p>Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.<br />
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.</p>
<p>Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &#8220;Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?&#8221;<br />
&#8220;Tentu saja,&#8221; jawab si Profesor.</p>
<p>Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &#8220;Profesor, apakah dingin itu ada?&#8221;<br />
&#8220;Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah<br />
sakit flu?&#8221; Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.</p>
<p>Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.<br />
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan<br />
panas. Suhu -46&#8242;F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua<br />
partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. <span class="yshortcuts">Kita</span><br />
menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas&#8221;.</p>
<p>Mahasiswa itu melanjutkan, &#8220;Profesor, apakah gelap itu ada?&#8221;<br />
Profesor itu menjawab, &#8220;Tentu saja itu ada.&#8221;</p>
<p>Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. <span class="yshortcuts">Cahaya</span> bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton<br />
untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai<br />
panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.<br />
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di<br />
ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan<br />
ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &#8220;Profesor, apakah kejahatan itu ada?&#8221;</p>
<p>Dengan bimbang professor itu menjawab, &#8220;Tentu saja, seperti yang telah<br />
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak<br />
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara<br />
tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.&#8221;</p>
<p>Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi Anda<br />
salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.<br />
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia<br />
untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan<br />
kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati<br />
manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang<br />
timbul dari ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Profesor itu terdiam.</p>
<p>Nama mahasiswa itu adalah &#8230;&#8230;Albert Einstein.</p>
<p>(Sebenarnya ini adalah cerita fiksi, tidak ada bukti apapun yang menyatakan mahasiswa tersebut adalah Einstein. Well, kayaknya gak terlalu penting sih, yang penting dapat kita ambil pelajaran dari kisah diatas)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=250&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2009/01/26/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YU TIMAH- Sebuah cerita tentang keikhlasan dan pengorbanan</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/14/yu-timah-sebuah-cerita-tentang-keikhlasan-dan-pengorbanan/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/14/yu-timah-sebuah-cerita-tentang-keikhlasan-dan-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 20:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/14/yu-timah-sebuah-cerita-tentang-keikhlasan-dan-pengorbanan/</guid>
		<description><![CDATA[Nice story, udah lama pernah gw baca kalo gak salah dari salah satu rubrik Republika, kmaren nyari2 pas mau Idul Adha gak ketemu… eeeh pas udah lewat malah ada yg kirim ke email, so here they are…. Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=247&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:black;font-family:Georgia;"><br />
Nice story, udah lama pernah gw baca kalo gak salah dari salah satu rubrik Republika, kmaren nyari2 pas mau Idul Adha gak ketemu… eeeh pas udah lewat malah ada yg kirim ke email, so here they are….<br />
</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Georgia;">Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.  Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.</span></p>
<p>Usia Yu Timah sekitar 50-an, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Menginjak remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran PRT. Dia kembali ke kampung. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.</p>
<p>Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.  Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tidak  bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Anak itu pun harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan PRT dan lagi-lagi terdampar di Jakarta .</p>
<p>Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untunglah di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.<br />
Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di BPR syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.<br />
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.<br />
&#8221;Pak, saya mau mengambil tabungan,&#8221; kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.<br />
&#8221;O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?&#8221;<br />
&#8221;Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.&#8221;<br />
&#8221;Mau ambil berapa?&#8221; tanya saya.<br />
&#8221;Enam ratus ribu, Pak.&#8221;<br />
&#8221;Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?&#8221;<br />
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.<br />
&#8221;Saya mau beli kambing qurban, Pak. Kalau 600 ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.&#8221;<br />
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing qurban.<br />
&#8221;Iya, Yu. Senin lusa uang Yu Timah akan diberikan sebesar 600 ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berqurban. Yu Timah bahkan wajib menerima qurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing qurban?&#8221;<br />
&#8221;Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berqurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging qurban.&#8221;<br />
&#8221;Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.&#8221;<br />
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.</p>
<p>Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran qurban yang diwariskan Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu.</p>
<p>Duhai Yu Timah. Kamu yang belum naik haji, atau malah tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berqurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing qurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=247&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/14/yu-timah-sebuah-cerita-tentang-keikhlasan-dan-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Ust Yusuf Mansyur &amp; Security POM Bensin</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/11/cerita-ust-yusuf-mansyur-security-pom-bensin/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/11/cerita-ust-yusuf-mansyur-security-pom-bensin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[yusuf mansyur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada sedikit cerita dari Ust Yusuf Mansyur. Sempat baca ni kisah di email 2x selalu merinding eh tergetar hati gw (ceileee…) nice story. Agak panjang memang, tapi Insya Allah bisa mengetuk hati. Here&#8217;s the story: Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya? Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=236&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Ini ada sedikit cerita dari Ust Yusuf Mansyur. Sempat baca ni kisah di email 2x selalu <span style="text-decoration:line-through;">merinding</span> eh tergetar hati gw (ceileee…) <em>nice story</em>. Agak panjang memang, tapi Insya Allah bisa mengetuk hati. Here&#8217;s the story:</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;"><img class="aligncenter" src="http://www.detiknews.com/images/content/2007/07/06/10/ustad-dl.jpg" alt="" width="175" height="219" /><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: &#8220;Nanti di depan ke kiri ya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Masih banyak, Pak Ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. &#8220;PakUstadz!&#8221;. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…&#8221;. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Saya ke toilet dulu ya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang &#8220;berhentiin&#8221; saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali &#8220;target operasi&#8221; dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, &#8220;Ok, ntar habis dari toilet ya&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">*******</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?&#8221;, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Wah, ustadz langsung nembak aja nih&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;"> &#8220;Udah shalat ashar?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti itu senyum aja.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini&#8221;, saya mengejar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya, kurang lebih dah&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang &#8216;alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa <em>he is the man</em> yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima , memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, &#8220;Terus, mau berubah?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ngebut gimana?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima -an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Yang kedua,&#8221; saya teruskan. &#8220;Yang kedua, keluarin sedekahnya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. &#8220;Pak Ustadz,  pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Satu koma tujuh, Pak ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Wuh, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Koq bisa?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Terus, kenapa masih kurang?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Mau Ustadz. Saya benahin dah&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Siap ustadz&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Tapi sedekahnya tetap kudu loh&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. <strong>Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul</strong>. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, &#8220;Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?&#8221;. Si sekuriti mengangguk. &#8220;Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?&#8221;. Sekuriti ini ngangguk lagi. &#8220;Selama saya bisa, saya akan jalanin,&#8221; katanya, manteb.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Gajian bulan depan masih ada ga?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Masih. Kan belum bisa diambil?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Bisa. Dicoba dulu&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Entar bulan depan saya hidup pegimana?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;"><strong>&#8220;Yakin ga sama Allah?&#8221;<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Yakin&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;<strong>Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau&#8221;.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur&#8217;an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum&#8217;at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">******</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Mana bisa?&#8221; kata komandannya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, &#8220;Buat sedekah katanya Pak&#8221;, begitu kata komandannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya&#8221;, begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah muka nya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Suatu hari bos nya pernah berkata, &#8220;Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Berhasil kah?</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">&#8220;Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, terjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu terjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhanallah kan ? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Enggak. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana . Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Subhaanallaah, masya Allah.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampipr 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan. Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua.. Di antaranya, saya jadi ikut belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur&#8217;an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya, kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur&#8217;an ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Century Schoolbook;font-size:10pt;">Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba&#8217;da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua&#8230; (Ust. YUSUF MANSUR).</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=236&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/11/cerita-ust-yusuf-mansyur-security-pom-bensin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.detiknews.com/images/content/2007/07/06/10/ustad-dl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menghargai Orang Lain</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/04/menghargai-orang-lain/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/04/menghargai-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 18:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[andrie wongso]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai orang lain]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[hmm gara2 sibuk kuliah,  baru sekarang nih sempet nulis di blog ini. Buat teman2 pembaca setia (emang ada?) mohon maaf ya here&#8217;s a story from my guru Andrie Wongso  Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=233&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmm gara2 sibuk kuliah,  baru sekarang nih sempet nulis di blog ini. Buat teman2 pembaca setia (emang ada?) mohon maaf ya</p>
<p>here&#8217;s a story from my guru Andrie Wongso </p>
<p>Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. </p>
<p>Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadi kan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. </p>
<p>Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, &#8220;Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata &#8220;tolong&#8221;, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan &#8220;maaf&#8221;, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. </p>
<p>Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan &#8220;terima kasih&#8221; kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.&#8221; </p>
<p>Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. </p>
<p>Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. </p>
<p>Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu. </p>
<p>Pembaca Yang Budiman, </p>
<p>Tiga kata &#8220;terimakasih, maaf, dan tolong&#8221; adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya. </p>
<p>Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.</p>
<p>Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=233&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/12/04/menghargai-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerimaan PNS BAPPENAS</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/17/penerimaan-pns-bappenas/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/17/penerimaan-pns-bappenas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 13:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : 969/B.02/09/ 2008 Dalam rangka mengisi Formasi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badme Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun Anggaran 2008, membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia Pria dan Wanita, dengan kualifikasi Pendidikan dan kebutuhan formasi sebagai berikut: 1 Diploma III (DIII) D-III Sekretaris 3 Orang  2 Diploma III (DIII) D-III Teknik Elektro 1 Orang  3 Diploma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=226&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:black;font-family:Georgia;font-size:12pt;"><img class="aligncenter" src="http://rekrutmen.bappenas.go.id/images/dsign2_03.png" alt="" width="461" height="84" /><br />
PENGUMUMAN<br />
Nomor : 969/B.02/09/ 2008<br />
</span></p>
<p><span style="color:black;"><span style="font-family:Georgia;font-size:6pt;"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:8pt;">Dalam rangka mengisi Formasi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badme Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun Anggaran 2008, membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia Pria dan Wanita, dengan kualifikasi Pendidikan dan kebutuhan formasi sebagai berikut:</span></span><br />
<span style="color:black;"><span style="font-family:Georgia;font-size:6pt;"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:8pt;"><br />
1 Diploma III (DIII) D-III Sekretaris 3 Orang <br />
2 Diploma III (DIII) D-III Teknik Elektro 1 Orang <br />
3 Diploma III (DIII) D-III Komputer 4 Orang <br />
4 Strata Satu (S1) S-1 Sosial Ekonomi Pertanian 3 Orang <br />
5 Strata Satu (S1) S-1 Oseanografi 1 Orang <br />
6 Strata Satu (S1) S-1 Kesehatan Masyarakat 2 Orang <br />
7 Strata Satu (S1) S-1 Sosiologi 1 Orang <br />
8 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Studi Pembangunan 10 Orang <br />
9 Strata Satu (S1) S-1 Geografi 1 Orang <br />
10 Strata Satu (S1) S-1 FISIP (Ilmu Kesejahteraan Sosial) 1 Orang <br />
11 Strata Satu (S1) S-1 Hubungan Internasional 2 Orang <br />
12 Strata Satu (S1) S-1 Ilmu Pemerintahan 1 Orang <br />
13 Strata Satu (S1) S-1 Hukum Internasional 1 Orang <br />
14 Strata Satu (S1) S-1 Hukum Tata Negara 1 Orang <br />
15 Strata Satu (S1) S-1 Ilmu Komunikasi 1 Orang <br />
16 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Manajemen 3 Orang <br />
17 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Industri 2 Orang <br />
18 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Sipil (Pengairan) 2 Orang <br />
19 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Sipil (Transportasi) 1 Orang <br />
20 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Lingkungan 2 Orang <br />
21 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Elektro 1 Orang <br />
22 Strata Satu (S1) S-1 Planologi 2 Orang <br />
23 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Informatika 1 Orang <br />
24 Strata Satu (S1) S-1 Statistik 1 Orang <br />
25 Strata Satu (S1) S-1 Administrasi Pembangunan 1 Orang <br />
26 Strata Satu (S1) S-1 Hukum 1 Orang <br />
27 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Akuntansi 2 Orang <br />
28 Strata Satu (S1) S-1 Arsitektur 1 Orang </span></span></p>
<p><span style="color:black;"><span style="font-family:Georgia;font-size:6pt;"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:8pt;">Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil<br />
I. Persyaratan Administrasi Umum<br />
1. Warga Negara Republik Indonesia;<br />
2. Usia serendah-rendahnya<br />
- DIII : 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 27 (dua puluh tujuh) tahun pada tanggal 1 Desember 2008<br />
- S1 : 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 34 (tiga puluh empat) tahun pada tanggal 1 Desember 2008<br />
3. Berijazah sesuai kualifikasi pendidikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah ditetapkan(Akredita si A bagi perguruan tinggi swasta);<br />
4. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)<br />
- DIII : minimal 2,50 dari skala 4,00<br />
- S1 : minimal 2,75 dari skala 4,00 atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,75 dari skala 5,00;<br />
5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan penggadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindakan pidana kejahatan;<br />
6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/ Anggota Tentara Nasional Indonesia/ Anggota Kepolisian Negara, atau di berhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;<br />
7. Tidak berkedudukan sebagai Calon PNS/ PNS, Calon/ Angota TNI/ POLRI;<br />
8. Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;<br />
9. Berbadan sehat (jasmani dan rohani, serta tidak buta warna).</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Georgia;font-size:8pt;">Ayo rame rame daftar di situs resminya: <a></a></span><a href="http://rekrutmen.bappenas.go.id/">http://rekrutmen.bappenas.go.id/<span style="color:black;font-family:Georgia;font-size:8pt;"><br />
</span></a></p>
<p><a> </a></p>
<p><a><span style="color:black;font-family:Georgia;font-size:8pt;">Gak ada jalur lain selain registrasi Online<br />
</span></a></p>
<p><a> </a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=226&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/17/penerimaan-pns-bappenas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rekrutmen.bappenas.go.id/images/dsign2_03.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Seni Dalam Pekerjaan Anda</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/10/menambahkan-seni-dalam-pekerjaan-anda/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/10/menambahkan-seni-dalam-pekerjaan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 15:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Seni. Tak ada suatu pekerjaan dan ilmu di dunia ini yang bisa lepas dari seni. Mulai dari profesi dokter, guru, pedagang, semuanya perlu seni dalam profesinya. Tak percaya? Coba kita lihat. Seorang dosen saya pernah bercerita jika ada dua orang dokter kita umpamakan dokter A dan dolter B. Dokter A lulus dengan gelar magna cum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=219&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Poor Richard;"><img class="aligncenter" src="http://www.techfresh.net/wp-content/uploads/2006/10/nokia_aeon_concept.jpg" alt="" width="331" height="300" />Seni. Tak ada suatu pekerjaan dan ilmu di dunia ini yang bisa lepas dari seni. Mulai dari profesi dokter, guru, pedagang, semuanya perlu seni dalam profesinya. Tak percaya? Coba kita lihat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Seorang dosen saya pernah bercerita jika ada dua orang dokter kita umpamakan dokter A dan dolter B. Dokter A lulus dengan gelar magna cum laude, IPK 4,00/4 sedangkan dokter B lulus dengan nilai sekadarnya. Sewaktu praktek Dokter A praktek dengan berdasar hanya pada ilmu yang ia dapat. Begitu pasien datang, disuruh buka baju, periksa ini itu dengan stetoskop, suntik, bikin resep, terima pembayaran, selesai. </span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Sementara Dokter B mencoba menerapkan sesuatu yang lebih dalam berpraktek. Begitu pasien datang, sang dokter menyapa dengan ramah, menanyakan kabar, memeriksa dengan hati-hati dan tetap ramah, menyuntik dengan membaca basmalah, menanyakan resep obat apa yang diinginkan pasien (generik atau obat paten), sewaktu pulang didoakan semoga lekas sembuh, dan pada waktu menerima pembayaran tak lupa mengucapkan terima kasih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Nah kira-kira dokter mana yang paling laku? Atau ke dokter mana anda akan pergi jika anda sakit? Hmmm tak perlu ditanya lagi  ya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Kita misalkan lagi ada dua orang pedagang dimana mereka berjualan produk yang sama. Pedagang pertama berjualan langsung dengan berteriak-teriak memanggil pelanggan. Sementara pedagang kedua menghibur pelanggan atau memposisikan diri sebagai palanggan, sehingga apa yang terjadi selanjutnya anda bisa menebak sendiri. Pedagang kedua akan lebih sukses.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Profesi guru? Hmm kita sudah pernah mengalaminya waktu sekolah dulu. Ada guru yang sangat kita sukai karena enak mengajarnya, gampang dimengerti penjelasannya, ataupun ramah pembawaaannya sehingga kita betah diajar olehnya. Sementara guru lainnya kita tak sukai. Bukan  mata pelajarannya yang susah yang membuat kita tidak suka, tapi biasanya gurunya yang killer, ngantuk waktu ngajar, atau hal-hal kurang mengenakkan lainnya yang membuat kita malas belajar mata pelajaran tersebut<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Ya, sentuhan manis, mereka menambahkan suatu nilai lebih dalam profesinya, implementasi seni dalam profesi yang dapat menarik hati orang lain. Betapa banyak produsen yang berhasil dengan menambahkan seni ke dalam produk  mereka. Kita bisa ingat bagaimana Microsoft menciptakan MS Windows. Suatu produk yang terkenal user friendly, membuat komputer bisa dioperasikan anak SD dengan mudahnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Ada pula Nokia yang kalau dilihat dari harga dan teknologi, jelas produk-produk nokia kalah. Namun dengan desain dan interface yang indah dan mudah digunakan, hingga kini nokia merupakan produsen handphone nomor satu di dunia dengan jutaan pemakai setia. Sebagai contohnya lihat gambar di atas. Bentuknya bukan hanya merupakan handphone, tapi merupakan masterpiece seni yang mengagumkan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">Bagaimana dengan anda? Sudah kah anda menambahkan seni dalam pekerjaan/produk anda?</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">picture regards to nokia aeon</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;">dipublikasikan juga di beraniegagal.com</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=219&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/10/menambahkan-seni-dalam-pekerjaan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.techfresh.net/wp-content/uploads/2006/10/nokia_aeon_concept.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Berbuat Kebaikan</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/manfaat-berbuat-kebaikan/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/manfaat-berbuat-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 06:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[menanam pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seorang raja melewati seorang tua yang sedang menanam pohon buah Zaitun, kemudian raja berhenti sebentar sambil berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu, sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya memakan buah dari pohon yang ia tanam, karena umurnya yang sudah sangat tua tersebut. kemudian raja berkata: &#8220;Wahai Orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=215&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;"><img class="alignnone" src="http://rudyhilkya.files.wordpress.com/2007/12/plant-a-tree.jpg?w=270&#038;h=262" alt="" width="270" height="262" /></span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">Pada suatu hari seorang raja melewati seorang tua yang sedang menanam pohon buah Zaitun, kemudian raja berhenti sebentar sambil berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu, sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya memakan buah dari pohon yang ia tanam, karena umurnya yang sudah sangat tua tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">kemudian raja berkata: &#8220;Wahai Orang tua bukan waktunya lagi<span style="color:#000000;font-family:'Lucida Grande';"> </span>engkau menanam pohon Zaitun ini, karena pohon ini lambat pertumbuhan dan berbuahnya sedangkan kau orang tua yang sangat renta sekali.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">orang tua itu berkata : &#8220;wahai raja, orang-orang dahulu juga<span style="color:#000000;font-family:'Lucida Grande';"> </span>telah menanam apa yang kita makan hari ini, maka sudah sepantasnya kita menanam supaya anak cucu kita nanti bisa makan apa yang kita tanam sekarang&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">Lantas Raja berkata &#8220;Anda sungguh luar biasa mulia.&#8221; seperti biasanya apabila raja berkata seperti itu kepada seseorang, maka kepada orang itu diberi hadiah sesuai dengan ukuran yang sepantasnya, maka raja membayar untuk harga buah tersebut kepada orang tua itu.</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">maka orang tua itu berkata lagi &#8220;wahai raja, bagaimana pendapatmu tentang apa yang aku tanam, alangkah cepat berbuahnya.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">raja itu berkata, &#8220;luar biasa&#8221; untuk yang kedua kalinya, kemudian orang tua itu diberikan hadiah lagi yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">orang tua itu berkata lagi. &#8220;wahai raja, setiap pohon yang berbuah sekali dalam satu tahun, sedangkan pohonku ini berbuah dalam sebentar saja dua kali.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">maka raja berkata untuk kali ketiga &#8220;luar biasa&#8221;, kemudian raja berjalan dan berkata kepada para sahabatnya &#8220;Ayo pergi, jika kita terus-terusan berhenti di kebun orang tua ini, maka tidak akan cukup apa yang ada di perbendaharaan kita untuk memberi hadiah kepadanya&#8221;.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">Cerita diatas adalah contoh bahwa Setiap kebaikan yang kita lakukan akan selalu kembali kepada kita, membawa manfaat bagi kita yang mengerjakan kebaikan itu sendiri sebagaimana Firman Allah SWT.</span></p>
<p><span style="font-family:Edwardian Script ITC;font-size:14pt;">&#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir: seratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia)-Nya) lagi Maha mengetahui.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;"> (QS. Al-Baqarah: 261).</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#403152;font-family:Bell MT;font-size:14pt;">Story regards to Agussyafii</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=215&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/manfaat-berbuat-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rudyhilkya.files.wordpress.com/2007/12/plant-a-tree.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Said in The Different Way</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/said-in-the-different-way/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/said-in-the-different-way/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 06:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[beggar]]></category>
		<category><![CDATA[blind boy]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[innovative]]></category>
		<category><![CDATA[thankful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Cerita kali ini dapetnya bahasa Inggris, jadi dipostkan dalam bahasa Inggris juga. A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: &#8216;I am blind, please help.&#8217; There were only a few coins in the hat. A man was walking by. He took a [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=214&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fc/Jules_Bastien-Lepage_The_Blind_Beggar.jpg" alt="" width="319" height="360" /></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;">Cerita kali ini dapetnya bahasa Inggris, jadi dipostkan dalam bahasa Inggris juga.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:'Poor Richard';font-size:14pt;">A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He<span style="font-family:'Lucida Grande';"> </span>held up a sign which said: &#8216;I am blind, please help.&#8217; There were only a few coins in the hat.</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;">A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.</span></p>
<p> <span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;">Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, &#8216;Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?&#8217;</span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;">The man said, &#8216;I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.&#8217; What he had written was: <span style="color:#17365d;">&#8216;Today is a beautiful day and I cannot see it.&#8217;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;"><span style="color:#17365d;"><span style="color:#000000;">Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing? Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;"> simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?</span></p>
<p> <span style="font-family:Poor Richard;font-size:14pt;">Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/214/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/214/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=214&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/05/said-in-the-different-way/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fc/Jules_Bastien-Lepage_The_Blind_Beggar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nyobain Google Chrome</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/04/nyobain-google-chrome/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/04/nyobain-google-chrome/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 04:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[browser baru]]></category>
		<category><![CDATA[chrome]]></category>
		<category><![CDATA[coba]]></category>
		<category><![CDATA[google chrome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Yeah.. akhirnya setelah baca-baca di blog testimoni orang lain, tertarik juga nyobain browser bikinan mbah google ini. Cukup aneh karena selama ini hubungan antara google &#38; firefox baek-baek aja Pertama-tama download installer Google chrome versi beta disini Lalu langsung install deh Pandangan pertama….tampilan biru… keren juga, (terus ngapain namanya chrome ya? Kenapa gak Google Bluez [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=209&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.google.com/chrome/intl/id/images/logo_sm.jpg" alt="" width="150" height="55" />Yeah.. akhirnya setelah baca-baca di blog testimoni orang lain, tertarik juga nyobain browser bikinan mbah google ini. Cukup aneh karena selama ini hubungan antara google &amp; firefox baek-baek aja</p>
<p>Pertama-tama download installer Google chrome versi beta di<a href="http://www.google.com/chrome">sini </a></p>
<p>Lalu langsung install deh</p>
<p>Pandangan pertama….tampilan biru… keren juga, (terus ngapain namanya chrome ya? Kenapa gak Google Bluez aja gitu).</p>
<p>Weks mana nih interface windows yang biasanya ada di bagian atas? Bagian atas google chrome bener2 bersih. Gak ada file, edit, view, bookmark, dll yang biasanya ada di Firefox atau Internet Explorer bawaan windows. Bener-bener simpel &amp; minimalis.</p>
<p>Kecepatan browsing… kayaknya lebih cepet daripada firefox atau IE… mungkin gara-gara interface nya yang simpel.</p>
<p>Bahasa…Waduh! Ini dia nih yang jadi masalah… karena biasa browsing pake English, agak kaget juga dengan bahasa google chrome yang Indonesia campur malay. Jadinya agak aneh kaya bagian &#8220;download&#8221; yang jadi &#8220;unduhan&#8221;. Yang bikin gw ketawa pas dapet page yang error (biasanya page load error) kalo di google chrome tulisannya &#8220;Aduh! Tautan ini rusak&#8221; Hahaha pake ada &#8220;Aduh&#8221; nya segala. Keluarlah bahasa2 aneh kaya tautan, menyambung, menunggu, induk, dll</p>
<p>Ok, deh karena lagi pake Google chrome, ayo pake bahasa indonesia!</p>
<p>Ada beberapa sentuhan manis dari Google Chrome ini. Kalo biasanya kita &#8220;open link in new tab &#8221; di firefox maka tab baru akan ada di tab paling kanan. Di Google chrome ketika buka tautan di tab baru, tab baru akan ada tepat di samping tab induk. Pernah juga waktu lagi mau <span style="text-decoration:line-through;">download</span> unduh &amp; keluar <span style="text-decoration:line-through;">pop up ad</span> iklan yang&#8230; pokoknya yang menjengkelkan, alih-alih muncul di windows baru yang nutupin <span style="text-decoration:line-through;">page</span> halaman yang sedang kita buka, dia muncul di bagian bawah windows tanpa ganggu <span style="text-decoration:line-through;">page</span> halaman yang lagi kita buka jadinya gampang kita <span style="text-decoration:line-through;">close</span>  tutup</p>
<p>Untuk liat fitur-fitur selengkapnya dari google chrome silakan klik di <a href="http://www.google.com/chrome/intl/id/features.html#">SINI</a></p>
<p>sejauh ini lumayan, gak nemu <span style="text-decoration:line-through;">error </span>kesalahan atau <span style="text-decoration:line-through;">bug</span> kutu yang aneh. <span style="text-decoration:line-through;">Website</span> situs yang biasa gw  kunjugi juga udah langsung bisa dibuka. <em>Another nice service from Google</em>. Setelah merajai<span style="text-decoration:line-through;"> search engine </span>mesin pencari, nantangin yahoo dengan gmail, sekarang bikin google chrome. Kok jadi monopoli gini ya google?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=209&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/04/nyobain-google-chrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.google.com/chrome/intl/id/images/logo_sm.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Anisa Memahami Keikhlasan</title>
		<link>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/02/cerita-anisa-memahami-keikhlasan/</link>
		<comments>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/02/cerita-anisa-memahami-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 13:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramdani1428</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[keikhlasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramdani1428.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini gw dapet dari email beraniegagal.com. Gw persembahkan untuk menasihati diri gw sendiri dan sahabat2 gw yang hingga detik ini masih menyelami arti kata ikhlas. Tuk Wk, empi, utet, ade dan pengunjung blog ini, smoga Allah senantiasa memberikan kebijakan dan pemahaman atas arti ikhlas yang sebenarnya Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=206&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Garamond;">Cerita ini gw dapet dari email beraniegagal.com. Gw persembahkan untuk menasihati diri gw sendiri dan sahabat2 gw yang hingga detik ini masih menyelami arti kata ikhlas. Tuk Wk, empi, utet, ade dan pengunjung blog ini, smoga Allah senantiasa memberikan kebijakan dan pemahaman atas arti ikhlas yang sebenarnya<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah,sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Tapi&#8230; Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.  Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : &#8220;Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi&#8230; &#8221; Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa.  Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Oke &#8230; Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?&#8221; Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.&#8221;Terimakasih. .., Ibu&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;"> Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya.  Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya.  Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Anisa&#8230;, Anisa sayang ngga sama Ayah ?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Tentu dong&#8230; Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu&#8230;&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Yah&#8230;, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil &#8220;si Ratu&#8221; boneka kuda dari nenek&#8230; ! Itu kesayanganku juga&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Ya sudahlah sayang,&#8230; ngga apa-apa !&#8221;. Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Anisa&#8230;, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu.&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Jangan Ayah&#8230; Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini..&#8221; Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;"> Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam.  Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8221; Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?&#8221; Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8221; Kalau Ayah mau&#8230; ambillah kalung Anisa&#8221;  Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih&#8230; sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">&#8220;Anisa&#8230; ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau&#8221; Ya&#8230;, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;"> <strong>Sebenarnya demikianlah yang sering terjadi antara kita dengan Allah. Terkadang Allah meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan.. . baik itu berupa barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;"> Sumber : Anynomous</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramdani1428.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramdani1428.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramdani1428.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramdani1428.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramdani1428.wordpress.com&amp;blog=3090065&amp;post=206&amp;subd=ramdani1428&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/02/cerita-anisa-memahami-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/306ad3667691125b6d61afaf22fef81d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
