Wajah sweeping software bajakan di Indonesia

Berikut ini cerita pengalaman dari e-friend saya:

Beberapa waktu lalu teman saya terkena sweeping, tapi entah mungkin ketidak
tahuan proses sweeping tersebut bagaimana … yang jelas sangat menjebak..
padahal teman saya ini bukan orang yang mempunyai toko komputer kelas atas, yang
bisa menjual beratus- ratus komputer per hari, yang jelas pekerjaannya dirasa
halal, hanya menjual komputer terutama hardwarenya kok, jadi…begini
ceritanya..

Waktu itu sekitar sore hari pukul setengah 4, saya ingin membeli keperluan
jaringan yaitu kabel komputer yang ingin digunakan untuk jaringan di kost.
Sebut saja karyawan di toko komputer langganan saya mbak Bunga … Setelah
berbasa – basi sebentar saya minta dipotong dan dipasangkan konektor di kabel
UTP yang saya bawa. Tiba-tiba mbak Bunga dipanggil sama bos nya ke dalam,
setelah beberapa menit dia keluar dan menceritakan kejadian yang dialami.

Jadi pertamanya begini, pagi itu ada seseorang yang katanya tampilannya ndesoooo
banget ingin membeli sebuah komputer. Tapi minta dicarikan yang murah ..
akhirnya mbak Bunga mencarikan komputer dengan spesifikasi berharga 1,1 jt. Si
pembeli tadi setuju dengan harga segitu, tapi minta diinstall software OS
Microsoft Windows XP yang bajakan, dengan dalih dia orang yang pas – pas an dan
tidak punya uang untuk membeli software Windows XP tersebut, dan komputer itu
juga untuk hadiah ulang tahun. Ya…karena mbak Bunga tadi seorang
wanita..trenyuhh dong…apalagi ditambah dengan muka si pembeli yang ndesoo plus
memelaaasssss. ..banget untuk meminta di-install-kan software bajakan. Akhirnya
mbak Bunga dengan sangat terpaksa setuju, walaupun dari pertama dia sudah bilang
di toko ini tidak terima install software bajakan. Akhirnya si pembeli tadi
setuju dengan transaksinya dan memberi DP Rp.100.000,- . Katanya akan diambil
sore nanti.

Setelah sore tiba, mbak Bunga menunggu pembeli ndeso tadi. Yang ditunggu tidak
datang, malah polisi yang datang… waaaaaaaaaa …. terang aja kaget… polisi
dengan surat tugas ingin melakukan penggeledahan di tempat tersebut, polisi itu
langsung tau kalau komputer si pembeli ndeso tadi sudah terinstall windows
bajakan. Dengan bangga pula si polisi tadi mengeluarkan software pemeriksa
serial number windows XP asli atau tidak yang katanya diberikan langsung oleh
microsoft (kalo kayak gini programmer yang baru belajar saja bisa membuat
apliaksi tersebut). Karena kedapetan nginstall software bajakan yaaaa…
akhirnya si polisi tadi menuntut uang Rp.30.000.000, – WAKS… tiga puluh juta
rupiah … hanya dengan kesalahan seperti itu… gilak!!!! Rampok apa polisi
lo??? Akhirnya dengan segala daya upaya dan negosiasi oleh teman dan pihak toko
tersebut, toko hanya membayar 1 juta saja dan komputer tidak jadi disita.
GILA!!!

Dari cerita di atas anda dapat melihat beginikah wajah sweeping di
Indonesia?Apakah harus dengan umpan pembeli ndeso yang ujug – ujug ingin membeli
sebuah komputer dengan harga 1,1jt dengan alasan untuk hadiah ulang taon (entah
ponakannya ato gendak-nya!! ). Toko kecil yang pemasukkannya kecil pula ikut
kena dampaknya. Kapan usaha di indonesia bisa maju? kalau belum apa – apa sudah
dimintai pajak seperti itu. Dan yang disayangkan adalah cara sweeping dengan
cara menjebak (kalau diamati dari cerita di atas tadi). Entah yang melakukan
adalah polisi beneran ato emang oknum yang mengatas namakan sweeping software
bajakan. Umh…saya tidak tau..atau mungkin toko kecil itu hanya membayar
sedikit pajak untuk keamanan yang notabene diminta oleh polisi di daerah
setempat, iya kalau hanya satu tempat dan satu toko. Misalnya di satu tempat ada
10 toko komputer dan yang di sweeping seperti itu ada 10 tempat, kalikan saja..
1.000.000 x 10 x 10 = Rp.100.000.000, – …hahahahhaha … mau
gimana?

Aku juga pernah tanya ama salah satu petinggi Microsoft yang di Jakarta. katanya
sebenernya tu, dari pihak Microsoft tidak ada perintah ato permintaan untuk
sweeping. “Mereka” aja yang cari-cari! Jadi buat temen-temen yang kerja di toko
komputer atau dimana kek.. sekarang kudu waspada.. inget WASPADA!!!

Trus ada respon dari e-friend saya yang lain (seorang distributor film original)

Ini asli pernah saya alami. jadi dari pihak kepolisian dan pihak perindustrian
melakukan sweeping terhadap barang-barang teknologi informasi (dalam hal ini
termasuk cakram padat, software komputer dsb). Agar tidak terulang lagi, dan
agar kita tidak dibodohi ada hal-hal yang harus diperhatikan jika ada orang yang
mengaku melakukan sweeping, yaitu :

1. berprilaku dengan tenang dan tidak gugup
2. tanyakan dan teliti surat tugas, ID dan surat-surat resmi lainya.
3. Jika ada yang dibawa buat tanda terima dan berita acaranya sebagai bukti.
4. Jika minta uang, bikin pula bukti serah terimanya. Itu bisa menjadi senjata
kita, dan mungkin jadi bumerang buat mereka.
5. tanyakan/telepon ke kantor kepolisian dengan memberitahukan surat tugas
mereka apakah memang benar ada operasi seperti itu.

memang dibutuhkan keberanian untuk itu.

Memang benar apa yang dikatakan sebelumnya bahwa sebetulnya pihak Microsoft
tidak pernah meminta kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan sweeping habis
software bajakan. Begitu pula dengan kami sebagai pemegang resmi distribusi
film-film hollywood tidak pernah meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan
sweeping bajakan.

memang pembajakan adalah pencurian, dan ancamannya adalah pidana. Akan tetapi
perusahaan besar seperti microsoft atau kami masih mempertimbangkan aspek
politisnya. Dan sebetulnya hal seperti ini mengandung unsur delik aduan. Artinya
akan ditindaklanjuti jika ada yang mengadu merasa dirugikan. Tapi kenyataannya
kita fine-fine aja. Saya sendiri tidak tahu aspek hukumnya.

tapi yang pasti bagi teman-teman yang berwirausaha menggunakan teknologi
informasi, jangan takut. ikuti prosedur standar seperti diatas. Insya Allah bisa
berguna

Yakin deh, polisi juga gak akan mau terima duit pake tanda terima. takut kalee,
kalau mau diambil apalagi klaim aja lagi…

Bukan maksud saya untuk membela teman2 pemakai bajakan, tapi kondisi kita masih
seperti ini ya mau gimana lagi. Kalau harga software original dalam posisi wajar
(dalam hal ini perbandingan nilai tukar dollar dan rupiah misalnya masih di
seputar 3000 seperti halnya sebelum krisis) tentunya harga sofware original
masih terjangkau oleh kita semua.

Belum lagi kondisi monopoli microsoft yang “memaksa” kita untuk menggunakan
produknya (teman2 pengelola warnet tentunya pernah mengalami kejadian menurunnya
pelanggan ketika penggunaan open source dilakukan. setiap pembelian hardware
baru pun saya belum pernah nemu yang punya driver untuk open source).

Dan bagaimanapun salahnya pengguna software bajakan lebih salah lagi oknum
polisi dan para penipu yang memanfaatkan sistem kita

Published in: on Maret 8, 2008 at 4:28 pm  Comments (3)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/03/08/wajah-sweeping-software-bajakan-di-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. ya.. memang bedebah tu polisi..sknya hanya cari-cari saja…

    oy . gimana mengetahui windows asli ketika sudah terinstal di komputer??

    Biasanya polisi ngecek stiker microsoft, terus cek ke genuine an dan kevalidan windows kita, kalo kita masih ngeles minta no license, terakhir minta bon pembelian nya (mana punya ya?)

  2. saya sangat setuju bro
    hal itu saya dukung
    emang polisi makin gila aja dalam hal cari uang
    dia g ada hub nya ama komputer apalagi dunia internet
    bisa apa polisi
    saya yakin di kantor mereka tidak memakai original
    bener nggak ????

  3. buzet tu polisi,bisa jadi kebiasaan ntar ,alias keenakan basmi skalian keakar2x skalian crack aj situs


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: