Ahli Marketing Itu Seorang Penjual Aksesoris

Saya sering melewati tempatnya berjualan, sebuah lapak sederhana pada gang senggol (gang yang kalo kita lewat pasti bahu senggolan sama pinggir jalan saking sempitnya) di antara stasiun pondok cina dan pagar kampus UI Depok.

Tapi jarang saya memperhatikannya berhubung lapaknya hanya menjual aksesoris-aksesoris wanita seperti bando, bros, jepitan dan payung yang kadang barang-barangnya kita jumpai di KRL Jakarta-Bogor oleh para penjual asongan di atas kereta. Sampai kemudian ada peristiwa kecil yang mengubah pandangan saya tentang dirinya.

Waktu itu sekitar sebulan yang lalu, hujan, becek, tapi masih ada ojeg. Saya baru hendak pulang ke pondokan ketika lewat depan kiosnya dengan memakai payung saya yang sudah agak rusak. Tepat di depan kiosnya ada penjual bakso. Kebetulan karena belum makan siang dan dingin sekali, saya bermaksud hendak membelinya.

Setelah memesan untuk dibawa pulang, saya duduk di depan tempat fotocopy an sekitar dua lapak di samping lapak si abang tukang aksesoris. Ketika itu si abang mendekati saya dan berkata:

“Masih lama nunggunya mas?”

“Oh ini nunggu bakso, emang kenapa?” jawab saya

“Sini payung nya saya betulkan”

“Oh iya, berapa mas betulinnya?” saya menyodorkan payung saya

“Gak usah” kata si abang sambil mengambil payung saya dan kembali ke lapaknya

Saya kaget juga mendengarnya. Si abang ini berbaik hati menawarkan membetulkan payung saya padahal saya sama sekali tidak membeli payung di tempatnya bahkan tidak kenal sama sekali. Gratis pula, padahal sebenarnya saya mau saja memberikan 3-5 ribu kalau dia minta.

Setelah dikembalikan, sekali lagi saya pastikan dengan menanyakan “berapa bang?”

Si abang dengan senyum membalas “Gak usah” lalu dia mulai mengajarkan cara-cara melipat payung yang benar dan merawat payung agar tidak cepat rusak.

Sampai si abang selesai dan berlalu sekitar 5 menit kemudian, saya masih melongo dan hanya dapat mengucapkan terima kasih karena masih shock dengan kebaikan hati si abang.

Peristiwa ini mungkin sederhana, tapi saya banyak belajar darinya. Kita sering berbuat baik tapi kebanyakan perbuatan baik kita terhadap orang-orang yang ada kepentingan ataupun hubungan kekerabatan dengan kita.

Sekarang mari kita lihat dari sisi yang lain. Saya sering membaca “Pelanggan adalah raja” dan bagaimana melayani pelanggan di buku-buku manajemen ataupun marketing. Di perusahaan2 besar banyak para manajer yang turun tangan langsung menghadapi masalah yang dihadapi oleh customernya. Namun lihat apakah ada yang berbuat seperti si abang penjual aksesoris tadi? menawarkan bantuan pada saya yang sama sekali bukan customer nya. Jarang saya temui.
Saya yakin mungkin pendidikan si abang tidak lebih dari SMU, tindakan yang dilakukannya pun mungkin hanya didasarkan rasa ingin membantu tanpa niat mempromosikan dagangannya. Namun sejak peristiwa itu, ketika saya atau teman saya membutuhkan payung, serta merta saya pasti akan menunjuk si abang itu.

Waktu saya membeli payung saya yang sekarang pun si abang mengajarkan kembali cara melipat dan merawat payungnya. Padahal kalo mengingat-ingat, kira-kira berapa sih keuntungan si abang dari payung yang saya beli? saya yakin cuma sekitar 1000-2000 rupiah saja.

Saya ingat salah satu produsen ponsel hanya menawarkan jasa penjelasan fitur pada ponsel terbatas ponsel di atas 3 juta. Daripada para manajer marketing yang duduk di meja-meja perusahaan ponsel itu, saya lebih senang memberikan sebutan ahli marketing pada abang penjual aksesoris

Published in: on Maret 30, 2008 at 7:06 am  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/03/30/ahli-marketing-itu-seorang-penjual-aksesoris/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. subhanallah mas.. bener2 pengalaman yg berharga. saya yakin si abang tadi gak tau strategi marketing yg mas maksudkan. tapi mungkin beliau tahu kalo dia berbuat baik, pasti akan mendapaat kebaikan. ya kita bisa menarik benang merah di sini. kalo mau terjun di dunia marekting, mesti menanam kebaikan sebanyak2nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: