UU Informasi dan Transaksi Elektronik

Akhir-akhir ini dunia internet Indonesia dihebohkan dengan akan diberlakukannya UU Informasi dan Transaksi Elektronika. Banyak yang merespon positif maupun negatif akan adanya pemberlakuan UU ini. Yang paling banyak direspon terutama pasal mengenai penyebaran media pornografi maupun kebebasan berekspresi yang diantaranya lewat blog. Keseluruhan RUU dapat didownload di http://anggara.files.wordpress.com/2008/03/uu-ite.pdf (thanks to anggara.org)

UU ini dianggap mengurangi kebebasan para netter, sementara pemerintah sebagai pembuat UU dianggap menghambur-hamburkan uang (30 T untuk upaya UU ini) dan tidak siap dalam menggodok UU ini. Mmmm ada benarnya juga, coba liat wawancara dari detik net berikut ini:
Lalu bagaimana mengetahui sebuah situs itu masuk dalam kategori porno atau bukan? “Caranya gampang. Pokoknya kalau ada situs yang mensyaratkan pengaksesnya berusia 17 atau 18 tahun, maka sudah pasti itu (situs) porno,” tandas Nuh yakin.

Selengkapnya di http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/26/time/133757/idnews/913593/idkanal/399

Wah pak menteri Kominfo ini jarang online kali ya kok bisa sih meng general isir (halah susah banget bahasanya) semua situs mensyaratkan 17-18 tahun pasti porno. Padahal hampir 50 % situs, blog, forum, dan email, pendaftarannya mewajibkan umur 18 tahun. Friendster yang terkenal itu saja harus mewajibkan 18 tahun. Memang sudah bukan rahasia lagi bahwa friendster juga sering disalahgunakan untuk menyebarkan media porno bahkan menjual jasa esek-esek. Tapi apakah harus dengan memblokir situs seperti ini? Belum lagi para pelaku internet marketer dan e-commerce yang tentu saja situs pembayarannya kebanyakan mewajibkan umur 18 tahun.

Beberapa komentator berpendapat bahwa pemerintah seharusnya tidak memblokir, tapi membatasi pengaksesan media pornografi ini. Sementara komentator lain berpendapat pemerintah hanya ada kepentingan meloloskan UU ini, lihat saja masalah rokok yang benar-benar merugikan dan bisa diakses bahkan oleh anak umur 5 tahun tidak diblokir oleh pemerintah berhubung pemerintah punya kepentingan dengan para produsen rokok.  Para hacker beda lagi, langsung menghack situs depkominfo dan menampilkan foto Roy Suryo berpose waria.

Sebenarnya kalo diperhatikan UU ini bakalan menghambat para cyber crime beroperasi di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia menjadi tempat yang lebih aman lagi untuk bernet surfing. Kebanyakan cyber crime di Indonesia adalah:

1. Pencurian Nomor Kredit (carding).
Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking)
Pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbankan dan merusak data base bank
3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM Roy M. Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.

Mengenai cyber crime yang lain bisa dilihat di post saya “yang patut diwaspadai selain virus”

Bagaimanapun UU ini perlu, tapi UU ini masih banyak celah dan kelemahan yang perlu digodok dengan lebih matang. Celah ini bisa dimanfaatkan para oknum polisi yang tidak bertanggung jawab untuk memeras ataupun seenaknya menangkap orang.

Selain itu UU ini akan percuma kalau dari sisi brainwarenya tidak ada pencerahan. Kalo orang udah niat ya dengan segala cara bakalan nyari jalan. Pemblokiran oleh Depkominfo pun cuma Pe-eR kecil bagi para hacker lokal yang terkenal kreatif. Dalam hitungan hari saya yakin cara penjebolan blokir ini sudah akan beredar di Internet.
Yah bagaimanapun baik teknologi maupun UU ini mempunyai dua sisi mata pedang yang membawa kebaikan maupun keburukan. Terserah kita sebagai pengguna mau memanfaatkannya untuk kebaikan atau sebaliknya?

Published in: on Maret 30, 2008 at 12:35 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/03/30/uu-informasi-dan-transaksi-elektronik/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: