Blokir dicabut….???

Malam ini (udah lewat jam 12 malem sih jadi mungkin udah hari jumat) coba iseng-iseng buka rapidshare….. Weks!!! Kok bisa? Padahal tadi pagi gak bisa dibuka.

Trus nyoba-nyoba multiply & youtube…… bisa juga! Wah, apa blokir udah dibuka lagi? Soalnya perasaan gw pake speedy dan gak pake ubah proxy2an.

Trus gw coba cari2 info di detiknet siapa tau emang pak menteri nyabut blokirnya, and ternyata memang benar blokir untuk sementara dicabut. Fiuuuu! akhirnya doa kita dikabul juga hehehe… sayang gw telat tahunya nih berita

silakan cek beritanya di sini

Mmmmm masih akan dievaluasi ulang 7 hari ke depan. yah mudah-mudahan tetap jadi begini. Cuma URL-URL tertentu yang diblokir yaitu URL langsung ke film FITNA, seperti URL di bawah ini:

Situs yang diblokir:
1) http://www.fitnathemovie.com

URL yang diblokir:

1) http://www.youtube.com/watch?v=_LyeviTOh2w
2) http://video.google.com/videoplay?docid=-294954647556 1 399959
3) http://wikileaks.org/wikii Fitna_anti-islam_movie_by_ceert_Wilders
4) http://video.aof .mm/videodetaillfitna-the-movie/16966’16402
5) http://blogfi lmfi tna.blogspot.com
6) http://f ile.sunshinepress.org :5444s/fitna-fl ash-video.zip
7) http://wikileaks.org/lealdfltna-fl ash-video.zip
8) http://thepiratebay.o tglto 4 1 027 38 lF itna_the_movie_-.English_-
_AVl_and_FLV_format

Published in: on April 10, 2008 at 5:18 pm  Comments (5)  
Tags:

Dongeng Tukang Cukur: “Apakah Tuhan itu ada?”

Cerita anonim ini sudah cukup banyak diceritakan, namun tetap menarik karena mengetuk dan meyakinkan kembali hati kita. BTW cerita ini tidak bermaksud mendiskreditkan tukang cukur lhoo!

Seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk merapikan rambut dan mencukur kumisnya.

Si tukang cukur mulai bekerja dan seperti biasa memulai pembicaraan hingga suasananya menghangat.

Mereka berbicara berbagai topik pembicaraan hingga sampailah diskusi tentang Tuhan

Si tukang cukur bilang: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.

“Kenapa anda bilang begitu??” balas si pelanggan

“Begini Pak, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan padaku, jika Tuhan itu memang ada, adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah kemelaratan??

Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si pelanggan tidak merespon, karena fikirnya tidak ada gunanya berdebat bila tidak ada argumen dan bukti yang kuat, hanya akan jadi debat kusir saja.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Di tengah jalan dia melihat seseorang dengan rambut panjang acak-acakan, kotor dan brewok yang tidak terawat. Orang itu terlihat kotor dan jorok

Si pelanggan segera kembali ke tempat tukang cukur lalu berkata: “Tahukah anda sebenarnya TUKANG CUKUR ITU TIDAK ADA!!”

Si tukang cukur tidak terima dan balas berkata: “kok anda bisa bilang seperti itu? Saya di sini, tukang cukur, ada!, dan baru saja saya mencukur anda!”.

“Tidak!” kata si pelanggan, lalu menambahkan “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”

“Ah iya sih, tapi tukang cukur tetap saja ada!” sanggah tukang cukur. “Jika anda melihat orang seperti itu, itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang ke saya? Tidak minta saya cukur?” jawabnya membela diri.

“Yup!” kata si pelanggan menyetujui. “Itulah poin utamanya. TUHAN ITU ADA! Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepadaNya, tidak mau mencariNya, tidak mau meminta tolong kepadaNya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini”

Si tukang cukur hanya bisa bengong

Sumber: Anonim

Regards to Beraniegagal.com

Published in: on April 10, 2008 at 4:58 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Dongeng Tentang Perangkap Tikus

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah dari berbelanja ke pasar. Ketika mereka membuka belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil berfikir “Mmmm makanan apa lagi nih yang mereka bawa dari pasar??”

Ternyata salah satu barang yang dibeli oleh petani adalah Perangkap tikus. Si tikus tentu saja kaget. Ia segera berlari menuju kandang binatang ternak sambil berteriak: “Ada perangkap tikus di rumah! Ada perangkap tikus di rumah!!” berniat hendak memberitahukan teman-teman binatang yang lain

Pertama-tama ia mendatangi ayam dan berteriak: “Ada perangkap tikus!!”

Si ayam berkata: “Tikus yang baik, aku turut bersedih, tapi itu tidak ada pengaruhnya bagi diriku”

Si tikus lalu berlari menemui seekor kambing, sambil kembali berteriak:”Ada perangkap tikus!!”

Namun si kambing pun berkata: “Aku turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan, lagi pula buat apa repot-repot? perangkap tikus itu tidak dapat melukaiku”

Si tikus lalu menemui Sapi. Sayangnya Ia pun mendapat jawaban yang sama: “Maafkan aku, perangkap tikus itu tidak berbahaya sama sekali untukku”

Si tikus lalu berlari ke hutan dan bertemu ular. Si ular pun merespon sama “Aaah perangkap tikus sekecil itu tidak akan dapat mencelakaiku”

Akhirnya si tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui bahwa ia akan menghadapi bahaya ini sendiri.

Suatu malam petani dan istrinya terbangun mendengar suara keras. Ternyata suara tersebut datang dari perangkap tikusnya yang menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata bukan tikus, melainkan seekor ular berbisa yang terperangkap buntutnya pada perangkap tikus tersebut

Merasa putus asa karena terperangkap, si ular menyerang dengan ganas, hingga akhirnya menggigit istri petani. Petani pun mengambil golok dan membunuh si ular.

Si petani membawa si istri ke tabib di desanya, namun si istri malah makin parah dan demam terus-menerus.

Di tengah demamnya si istri menggigau minta dibuatkan sop ayam oleh suaminya. Si petani dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak menjadi sop.

Ketika masih saja demam, sang tabib menyarankan untuk memberi si istri hati kambing. Si petani serta merta menyembelih si kambing untuk diambil hatinya.

Namun ternyata selang beberapa hari si istri akhirnya meninggal dunia akibat racun ular tersebut.

Teman-teman, sanak saudara, dan handai taulan petani datang untuk melayat si istri. Sehingga petani untuk menjamu para pelayat menyembelih sapinya.

Sementara dari kejauhan si tikus hanya bisa menatap penuh kesedihan. Perangkap tikus yang menjadi sumber masalah sudah lama tidak dipakai lagi.

Maka jika suatu hari datang kepada anda seseorang yang dalam kesulitan dan meminta tolong, jangan sekali-kali mengira itu bukan urusan anda….. fikirkan sekali lagi

We are live in the same boat. When someone make a hole, but anybody don’t care, then everybody will drown

Sumber dongeng: anonim

Regards to Beraniegagal.com

Published in: on April 10, 2008 at 4:28 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

Penutupan youtube akibat Menkominfo berlebihan

Sungguh aneh rasanya sementara pemerintah dan tokoh agama menyerukan agar tidak menyikapi maraknya film fitna secara berlebihan, Menkominfo sebagai tangan pemerintah malah berlebihan dalam menyikapinya.

Dimulai dengan mengirim email peringatan kepada pengelola youtube dan para Internet Service Provider agar memblokir situs dan blog yang menyebarkan film Fitna (dapat dibaca di sini) . Lalu kemudian balasan youtube yang menyambut dingin ancaman pemerintah (dapat dibaca disini). Hingga akhirnya hari ini (5 April 2008) pemerintah memblokir akses youtube pada beberapa ISP Indonesia (dapat dibaca di sini).

Tidak cukup dengan youtube tingkah Menkominfo ini membuat salah satu ISP ketakutan dan menutup akses ke beberapa situs lainnya yang saya yakin teman-teman pasti sering menggunakannya yaitu Metacafe, MySpace, Multiply, dan Rapidshare. (dapat dibaca di sini)

Dan sebagaimana saya sampaikan pada post UU ITE, kalau sudah niat, orang pasti nyari sejuta jalan buat dapetinnya. Dan dalam hitungan jam sudah beredar cara akses ke youtube (kalo saya muat di blog ini ntar blognya ikut-ikutan diblokir, teman-teman cari sendiri aja ya).

Duh menkominfo, kalo blokir peredaran film fitna sih saya dukung aja, tapi mengapa sampai memblokir akses ke situs-situs penting ini sih? Tidak efektif dan malah mengembalikan kita ke zaman orde baru dulu. Semua akses ke informasi pemerintah yang atur biar pemerintah bisa atur informasi yang kita dapat dan akhirnya mengatur opini kita.

Mana nih kebebasan? Ini malah jadi kebebasan yang kebablasan. Tapi yang kebablasan bukan kita melainkan menkominfo yang terlalu bebas membatasi kebebasan. Duh pusing!

Published in: on April 5, 2008 at 3:54 pm  Comments (2)  
Tags: , ,

Masih worthed kah untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Sebagaimana yang dijabarkan oleh Khomeinimuj (klik di sini) dan menyikapi beberapa comment di post saya “Hati-hati tarif simpati pede baru” (klik di sini), saya ingin mencoba menuis opini lebih lanjut mengenai simpati Pede ini dan “kebijakan” 1 April kemarin.

Saya akui bahwa jika telefon ke lain operator simpati PeDe lebih murah dibandingkan ke operator lain. Tapi saya sebagai penelefon sesama operator merasa tarif nya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif sesama operator provider lain.

Selama ini saya akui juga layanan talkomsel cukup baik. Meskipun dari segi fitur, VAS, dan layanan beberapa operator lain lebih lengkap, belum ada yang menyamai kualitas sinyal dan jumlah pelanggan telkomsel. Sampai kejadian 1 April kemarin, dimana saya merasa sungguh dikecewakan.

Sebagai entrepreneur saya menempatkan etika bisnis sebagai sesuatu yang harus dijaga untuk mempertahankan pelanggan. Saya merasa Telkomsel tidak melakukan etika bisnis yang baik dengan tidak memberikan pemberitahuan ulang. Dan ini dapat dilihat dengan banyaknya orang yang merasa dirugikan dengan tidak adanya pemberitahuan ulang oleh telkomsel.

“Etika bisnis memang subjektif dan kembali ke kebijakan masing-masing, simpelnya etika bisnis yang baik adalah win-win solution, kedua pihak sama-sama puas. Ketika ada yang merasa dirugikan oleh transaksi yang dilakukan, saat itulah transaksi anda tidak sesuai dengan etika bisnis yang baik”

Mungkin saya (dan banayak pelanggan lain) juga salah tidak memperhatikan “berlaku sampai 31 Maret 2008” (yang entah kenapa harus ditulis sedemikian kecil. apakah memang sengaja supaya tidak diperhatikan?) tapi sepertinya saya juga salah terlalu percaya bahwa telkomsel tidak mengecewakan pelanggannya.

Betapa sering SMS-SMS iklan (kalo email bisa saya golongkan SPAM) masuk ke inbox. Menjengkelkan, tapi masih bisa ditolelir. Yang tak bisa di toleransi adalah kenapa untuk sekedar pemberitahuan “sampai menit ke 5” telkomsel tidak bersedia untuk menSMSkannya ke semua pelanggan sebelum berlakunya tarif baru? Apakah demi sekedar keuntungan 1-2 hari, Telkomsel rela mengorbankan kepercayaan pelanggan?

Bahkan ketika tarif ini berlaku (1 April 2008) jika anda menekan *888# yang anda temui (setelah pemberitahuan sisa pulsa dan tanggal berlaku) hanya perpanjangan hingga 30 Juni saja tanpa pemberitahuan sampai menit ke-5. Padahal informasi ini sangat penting. Hal ini masih saya temui ketika saya coba akses *888# pada tanggal 2 April 2008 malam

Saya baru menerima SMS pemberitahuan lengkap baru hari ini (4 April 2008) padahal saya menggunakan Telkomsel cukup lama (sekitar 5 tahun). Dan sekarang pun jika *888# anda akses anda akan temui “sampai menit ke 5”. Tapi selisih 3 hari setelah pemberlakuan tarif baru? Seorang yang belum pernah belajar manajemen pun akan tahu hal seperti ini tidak professional.

Saya juga pertanyakan kembali apakah seperti ini cara memperlakukan konsumen sebagai pelanggan setia?

Akhirnya kembali ke judul tpost apakah masih worthed untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Itu saya kembalikan kepada anda. Kepada anda yang setia terhadap simpati, punya keluarga karyawan telkom, sering telefon kelain operator, tidak mau berpindah ke lain operator yang kebanyakan dikuasai oleh pihak asing atau swasta, malas memberi kabar bahwa anda ganti nomor, saya anjurkan untuk tetap setia dengan simpati atau migrasi kembali ke simpati extra. Kelebihan-kelebihan simpati telkomsel masih worthed untuk anda pertahankan.
Kepada yang sering menelfon ke sesama operator, kalangan yang suka nelfon hingga berjam-jam, keberatan untuk bayar mahal, sakit hati dan trauma oleh tindakan telkomsel tanggal 1 April kemarin, silakan berpindah ke operator lain. Pilih dan berkomunikasi dengan bijak agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari

Mari ciptakan kondisi sehat berkomunikasi, sehat jasmani, rohani, dan kantong 🙂

Published in: on April 4, 2008 at 10:57 am  Comments (2)  
Tags: , ,

Arti “FITNA” yang sebenarnya (Fitna bukan Fitnah)

Ya, ya, ya lagi-lagi film Fitna. Pertama kali dengar fitna, orang-orang Indonesia pasti langsung mengaitkan dengan kata yang terdengar akrab di telinga: fitnah. Ya wajar aja sih secara cuma beda satu huruf (huruf h), terus kata fitnah juga berasal dari Arab. Jelas lah orang Indonesia mengaitkan film fitna ini dengan fitnah. Sayangnya itu sampai saat ini arti fitna itu sebenarnya masih sulit dijelaskan.

Katanya pak ustadz Wiki (Maksudnya Wikipedia):

Fitna (فتنة) is an Arabic word, generally regarded as very difficult to translate but at the same time is considered to be an all-encompassing word referring to schism, secession, upheaval and anarchy at once. It is often used to refer to civil war, disagreement and division within Islam and specifically alludes to a time involving trials of faith, similar to the Tribulation in Christian eschatology. The term originally referred to the refining of metal to remove dross, but became common in apocalyptic writings and is often used to refer to the First Islamic civil war.

Variant Qur’anic translations demonstrate some of the confusion this term has engendered:

(8:39) “So fight them until there is no more disbelief (fitnah) and all submit to the religion of Allah alone”
(8:39) “And fight with them until there is no more persecution (fitnah) and religion should be only for Allah”

The meaning of the term is illustrated in the apocalyptic literature by people under extreme moral and psychological stress to compromise an element of their faith in return for worldly gain, and sometimes in return for their lives. They are made to choose, often not knowing exactly what is good and what is evil

According to Orientalist Gilles Kepel, “fitna is sometimes translated as sedition, that is to say the fact that the Muslim community is fragmented is because it has lost its sense of proportion and of reality – of maslaha (public interest); to its detriment this has delivered it to the demons of extremism. Jihad returning like a boomerang weakens the community from within. The fitna has been the ulemas’ obsessive fear for as long as Islam has existed.”

Artinya? duh maap berhubung kemampuan english rada-rada stupid, trus di atas udah dikatakan bahwa difficult to translate, jadinya gak berani mentranslate sembarangan ke Indonesia, ntar salah kaprah lagi.

tapi jangan ditelan mentah-mentah juga tuh kata-kata om Wiki. Yah namanya juga karangan manusia, trus katanya moderator wikipedia pro yahudi. Apalagi yang paling terakhir, orientalis yang ngomong. Padahal orientalis terkenal kebenciannya terhadap Islam.

Trus ada lagi hasil nanya ke abah Google:

In short, Fitna means crisis. it could mean controversy, conflict, curruption, war, malpractice, maltreatment, etc

Fitna generally means corruption.

Fitna actually has many meanings , but in this sentance it means : riot disturbance trouble unrest disorder tumult turmoil

Fitna means being in a state of difficulty(worest thing through out somebody’s life) fitna can leads to praying for God to make him/her died.can be trouble in life.Examples on this can be when the person whom you loved is died,when your company burnt,when you doesn’t get a job that you need in your life

Fitna simple mean bone of contention or a mater or things which create trouble between differnt people or groups

Wow jadinya banyak banget ternyata pengertian fitna. Jadi benarkah fitna = fitnah? Mmmm coba kita liat lagi pengertian fitnahnya orang Indonesia. Karena bukan ahli bahasa, saya ambil dari blognya Saifullah Kamalie:

Kata fitnah memang berasal dari bahasa Arab, tetapi maknanya dalam bahasa Indonesia sangat jauh berbeda dari makna asalnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fitnah adalah, “perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang…” (Edisi Kedua, hlm 277). Lalu kita sering mendengar ungkapan, “Eh, jangan memfitnah dong, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan!”. Kata fitnah dalam bahasa Arab merupakan faux amis kata fitnah dalam bahasa Indonesia. Mengutip pendapat Vinay dan Darbelnet, Malone (1988:26) mengatakan bahwa istilah faux amis pertama kali diperkenalkan oleh Vuibert pada tahun 1928. Seorang pakar penerjemahan menjelaskan bahwa faux amis adalah, “…words or expressions which have the same form in two or more languages but convey different meanings” (Baker, 1992:25). Menurutnya, faux amis seringkali terjadi antara bahasa yang mempunyai hubungan kultural dan historis, seperti bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman. Tetapi sebetulnya bisa juga antara bahasa yang sama sekali tidak mempunyai hubungan, seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan Rusia. Ketika ungkapan satu kata dipinjam oleh sebuah bahasa, kita tidak dapat memprediksikan atau mengontrol perkembangannya atau penambahan maknanya yang mungkin terjadi. Inilah mungkin yang terjadi terhadap perkataan fitnah yang telah mengandung makna yang berbeda dari makna aslinya.

Ungkapan “fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan” terilhami oleh terjemahan surah al-Baqarah ayat 191 “Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan”, dan surat al-Baqarah ayat 217 “Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan”. Dalam Al-Quran dan Terjemahannya, kata fitnah dalam kedua terjemahan tersebut masing-masing diberi catatan kaki. Kata fitnah dalam ayat 191, catatan kakinya berbunyi, “Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama”. Catatan kaki untuk kata fitnah dalam ayat 217 berbunyi, “Fitnah di sini artinya penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin”. Sayangnya, kedua ayat ini sering dikutip oleh penceramah dan khatib Jumat ketika mereka membahas masalah fitnah dalam pengertian bahasa Indonesia. Padahal jelas bahwa pengertian fitnah dalam kedua ayat tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengertian fitnah seperti yang dijelaskan dalam KBBI.
Mmm kalo diperhatikan emang film Fitna ini merupakan fitna dalam Arab asli. Agak berbeda ya artinya dengan fitnah-nya versi Indonesia
Published in: on April 3, 2008 at 4:42 pm  Comments (5)  
Tags: , ,

Mengambil pelajaran dari air panas

Menyadur kembali kisah motivasi yang mengandung hikmah

Pernahkah anda memperhatikan teh celup?

coba dimakan, enak gak sih? Hueeek nggak dong

Namun coba celupkan ke dalam air panas. Mmmmmm wangi dan nikmat.

Kita bagaikan teh celup. Dimasukkan ke dalam panasnya cobaan dan rintangan hidup barulah akan terbukti ketangguhan dan kegigihan kita dan hidup akan menjadi lebih indah

Namun sayangnya kita terkadang berbeda dalam menyikapi cobaan dan rintangan hidup ini

Sekarang coba kita bandingkan antara kopi, wortel, dan telur. Apabila kita masukkan ketiga benda tersebut ke dalam air mendidih dan membiarkannya selama 15 menit, apakah yang terjadi?

Telur yang bagian dalamnya sebelumnya lunak/cair menjadi keras

Wortel yang sebelumnya keras akan menjadi empuk

Kopi akan larut, dan warna air menjadi hitam, harum, dan lezat Hmmmmm

Air panas adalah masalah dan tantangan dalam hidup kita. Masalah itu tidak enak, tidak nyaman, dan seringkali sangat susah. Keadaan tidak seperti apa yang kita inginkan, orang-orang tidak memperlakukan kita seperti yang kita inginkan. Kita bekerja namun apa yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sikap kita dalam menghadapi masalah seperti tiga benda di atas.

Kita bisa seperti wortel yang maju dengan tegas dan kuat, namun keluar dengan lemah dan lunak. Kita menjadi lemah, lelah, kehilangan harapan, dan menyerah

Kita bisa seperti telur yang maju pertama kali dengan hati yang jernih, tulus, dan sensitif, namun keluar dengan sikap egois dan cuek. Kita menjadi cuek, keras, dan kaku. Bahkan benci pada diri sendiri dan orang lain

Kita bisa seperti kopi dimana air tidak mengubah kopi, melainkan kopilah yang mengubah air. Belajar hal-hal baru, mengenal orang-orang baru namun tidak larut dan hilang begitu saja, melainkan mengubah lingkungan menjadi lebih baik

Mari seperti kopi,jadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik

Published in: on April 3, 2008 at 3:37 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Hati-hati Tarif Simpati PeDe Baru!!! (1 April 2008)

Teman-teman penikmat simpati PeDe, hati-hati kalau hari ini (1 April 2008) kenikmatan anda berkomunikasi murah terasa terganggu, ini karena ada tarif baru.

Gambar saya ambil dari situs resmi telkomsel tarif promo silakan klik di sini untuk gambar lebih jelas!!

Perhatikan tulisan di bawah promo program! disitu tertulis “Rp.0,5 per detik setelah 1 menit pertama s.d. menit ke-5, berulang untuk periode kelipatan yang sama”. jadi kaya tarif XL dahulu.

Gambar dari situs resmi telkomsel, link di bawah post

Kalau dihitung hitung berarti kalo 1 jam kita mengalami sekitar 12 kali periode berarti 12 kali tarif mahal (menit pertama, ke-6, ke-11 dst). Berarti 12 x 25/dtk ditambah 48 x 0,5/dtk jadinya sekitar : (12 x 25 x 60) + ( 48 x 0,5 x 60) = 18.000 + 1440 = 19.440 ????? ( mohon dihitung lagi takut salah). Worthed gak sih segitu buat sejam? Sayangnya di gambar diatas tidak diteruskan hingga ke sejam

Saya masih ingat dulu pada iklan simpati PeDe ada tulisan kecil “berlaku sampai 31 maret 2008”.

Tapi saya sayangkan pihak telkomsel tidak mengkonfirmasi ulang dan memberitahukan pengalihan tarif baru sekarang ini kepada para pelanggan. Saya rasa Telkomsel bisa saja mengirim SMS pemberitahuan sebagaimana sering kita terima SMS-SMS iklan yang menjengkelkan. Tidak salah memang, tapi saya rasa itu bukan etika yang baik dalam berbisnis.

Duh kalau dilihat lagi sekarang telkomsel jadi paling mahal. Mulai terfikir ganti operator nih

Mau liat penjelasan lengkap simpati tentang tarif baru? klik di sini 

Published in: on April 1, 2008 at 2:32 pm  Comments (89)  
Tags: ,

Menyikapi FITNA

Beberapa hari belakangan ini ada 2 film yang heboh dibicarakan oleh para netter dan dibahas berbagai blog maupun forum di internet.

Yang pertama tentunya film nasional baru yang meledak yaitu Ayat-ayat Cinta. Sedang yang kedua tak lain dan tak bukan yaitu film bikinan salah satu anggota parlemen Belanda Geert Wilders yaitu FITNA.

Kalau film yang pertama secara umum dipuji oleh berbagai pihak, sebaliknya film kedua lebih banyak menuai kecaman, meski masih ada yang memuji. Kalo film pertama mencapai 3 juta penonton lokal dalam 3 minggu. Film kedua hanya 30 menit untuk 3 juta penonton dari berbagai pelosok dunia. WOW

Seperti apa sih film Fitna ini? Sebelum menonton dan malah terbawa emosi ada baiknya membaca dahulu hasil kerja para blogger dan para pemberi comment yang menjadi top post wordpress di bawah ini

1. Resensi “FITNA”

2. Fitna telah berakhir

3. Fitna, film fitnah terhadap Islam

4. Film Fitna = fitnah

5. Kenapa ada film Fitna?

Alasan Geert Wilders rilis film ini sih katanya menunjukkan Islam yang sebenarnya dan mengajak membatasi penyebaran Islam di Eropa. Tapi alasan sebenarnya sih ya gak tau juga. FYI setelah film ini rilis namanya jadi santer sedunia dan banyak yang simpati dan ingin kasi duit. Jangan-jangan memang mau tenar dan nyari duit ya?  Hus! suudzon aja

Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi film FITNA ini? Rame2 protes, boikot Belanda, mengutuk, mencaci, mendiamkan saja, cuek, atau mendoakan? Apapun sikap kita terhadap film ini, itulah jatidiri kita yang sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa film ini dibuat oleh hanya segelintir orang saja. Jangan sampai akibat dari segelintir orang ini merugikan orang yang lain yang tidak bersalah. Boikot produk Belanda, Hujat orang yang seagama dengan Geert Wilders misalnya (si GW ini atheis kalo gak salah baca). Bukankah akan merugikan orang-orang lain diluar segelintir orang tersebut diatas yang sama sekali merupakan orang-orang tidak berdosa?

Ini bukan hal yang diajarkan Islam dan nabi Muhammad SAW. Islam sendiri mengajarkan bahwa barang siapa mengganggu orang non Islam yang berdampingan hidup damai dengan Islam sama dengan mengganggu nabi. Menyamaratakan semua orang Belanda ataupun non muslim bukan tindakan bijak. Sebagaimana kitapun tidak ingin disamaratakan dengan orang Islam yang mengambil jalan keras.

Kita masih ingat lembaran hitam saudara-saudara kita di belahan bumi dimana Islam merupakan minoritas ketika peristiwa 9/11. Mereka dihujat, dilempari, dimusuhi, dianggap teroris. Sungguh rendah perbuatan orang-orang yang memperlakukan saudara kita tersebut. Apakah sekarang kita akan memposisikan diri kita serendah mereka?

Islam sendiri mengajarkan bahwa “Balasan dari suatu kejahatan adalah dengan kejahatan yang serupa” ini adalah perinsip keadilan. Tapi disambung dengan “dan barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah” (QS AsySyuura 40)

Sungguh sebenarnya diri ini juga bingung luar biasa. Hati sedih dan marah sudah bergejolak di hati. Jika waktu kasus kartun nabi Muhammad masih ditenangkan kisah nabi saat dihujat dan dilempari batu sementara Jibril yang menawari menghujamkan jabal nur malah diajak untuk mendo’akan mereka. Maka kasus kali ini yang dihina adalah agama, meskipun bukan dari segi aqidahnya.

Duh Ya Allah bagaimana sebenarnya kami harus bersikap? Kami yakin bahwa nur ini tidak akan suram oleh ejekan mereka, Engkau sendiri yang menjaga dien ini tetap bersinar untuk seluruh alam. Tapi tetap saja hati ini sakit melihat perbuatan mereka menghina ayat-ayatMu. Ya rasul maafkan kami yang masih lemah dan tercerai berai sehingga musuh-musuh Islam leluasa menghina dan mengejek agama ini.

Tapi membalas mereka pun tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan menzhalimi orang-orang tidak berdosa dan merusak alam ini. Kami hanya dapat berdoa semoga mereka yang membuat dan mendukung film Fitna ini dapat dibukakan hatinya melihat Islam yang sebenarnya. Kami sadar doa saja tidak lah cukup, perlu upaya menunjukkan bahwa Islam benar-benar rahmat bagi seluruh alam. Ampuni kami jika sikap kami ini salah.

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”

Published in: on April 1, 2008 at 12:07 pm  Comments (4)  
Tags: , ,