Menyikapi FITNA

Beberapa hari belakangan ini ada 2 film yang heboh dibicarakan oleh para netter dan dibahas berbagai blog maupun forum di internet.

Yang pertama tentunya film nasional baru yang meledak yaitu Ayat-ayat Cinta. Sedang yang kedua tak lain dan tak bukan yaitu film bikinan salah satu anggota parlemen Belanda Geert Wilders yaitu FITNA.

Kalau film yang pertama secara umum dipuji oleh berbagai pihak, sebaliknya film kedua lebih banyak menuai kecaman, meski masih ada yang memuji. Kalo film pertama mencapai 3 juta penonton lokal dalam 3 minggu. Film kedua hanya 30 menit untuk 3 juta penonton dari berbagai pelosok dunia. WOW

Seperti apa sih film Fitna ini? Sebelum menonton dan malah terbawa emosi ada baiknya membaca dahulu hasil kerja para blogger dan para pemberi comment yang menjadi top post wordpress di bawah ini

1. Resensi “FITNA”

2. Fitna telah berakhir

3. Fitna, film fitnah terhadap Islam

4. Film Fitna = fitnah

5. Kenapa ada film Fitna?

Alasan Geert Wilders rilis film ini sih katanya menunjukkan Islam yang sebenarnya dan mengajak membatasi penyebaran Islam di Eropa. Tapi alasan sebenarnya sih ya gak tau juga. FYI setelah film ini rilis namanya jadi santer sedunia dan banyak yang simpati dan ingin kasi duit. Jangan-jangan memang mau tenar dan nyari duit ya?  Hus! suudzon aja

Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi film FITNA ini? Rame2 protes, boikot Belanda, mengutuk, mencaci, mendiamkan saja, cuek, atau mendoakan? Apapun sikap kita terhadap film ini, itulah jatidiri kita yang sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa film ini dibuat oleh hanya segelintir orang saja. Jangan sampai akibat dari segelintir orang ini merugikan orang yang lain yang tidak bersalah. Boikot produk Belanda, Hujat orang yang seagama dengan Geert Wilders misalnya (si GW ini atheis kalo gak salah baca). Bukankah akan merugikan orang-orang lain diluar segelintir orang tersebut diatas yang sama sekali merupakan orang-orang tidak berdosa?

Ini bukan hal yang diajarkan Islam dan nabi Muhammad SAW. Islam sendiri mengajarkan bahwa barang siapa mengganggu orang non Islam yang berdampingan hidup damai dengan Islam sama dengan mengganggu nabi. Menyamaratakan semua orang Belanda ataupun non muslim bukan tindakan bijak. Sebagaimana kitapun tidak ingin disamaratakan dengan orang Islam yang mengambil jalan keras.

Kita masih ingat lembaran hitam saudara-saudara kita di belahan bumi dimana Islam merupakan minoritas ketika peristiwa 9/11. Mereka dihujat, dilempari, dimusuhi, dianggap teroris. Sungguh rendah perbuatan orang-orang yang memperlakukan saudara kita tersebut. Apakah sekarang kita akan memposisikan diri kita serendah mereka?

Islam sendiri mengajarkan bahwa “Balasan dari suatu kejahatan adalah dengan kejahatan yang serupa” ini adalah perinsip keadilan. Tapi disambung dengan “dan barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah” (QS AsySyuura 40)

Sungguh sebenarnya diri ini juga bingung luar biasa. Hati sedih dan marah sudah bergejolak di hati. Jika waktu kasus kartun nabi Muhammad masih ditenangkan kisah nabi saat dihujat dan dilempari batu sementara Jibril yang menawari menghujamkan jabal nur malah diajak untuk mendo’akan mereka. Maka kasus kali ini yang dihina adalah agama, meskipun bukan dari segi aqidahnya.

Duh Ya Allah bagaimana sebenarnya kami harus bersikap? Kami yakin bahwa nur ini tidak akan suram oleh ejekan mereka, Engkau sendiri yang menjaga dien ini tetap bersinar untuk seluruh alam. Tapi tetap saja hati ini sakit melihat perbuatan mereka menghina ayat-ayatMu. Ya rasul maafkan kami yang masih lemah dan tercerai berai sehingga musuh-musuh Islam leluasa menghina dan mengejek agama ini.

Tapi membalas mereka pun tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan menzhalimi orang-orang tidak berdosa dan merusak alam ini. Kami hanya dapat berdoa semoga mereka yang membuat dan mendukung film Fitna ini dapat dibukakan hatinya melihat Islam yang sebenarnya. Kami sadar doa saja tidak lah cukup, perlu upaya menunjukkan bahwa Islam benar-benar rahmat bagi seluruh alam. Ampuni kami jika sikap kami ini salah.

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”

Published in: on April 1, 2008 at 12:07 pm  Comments (4)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/04/01/menyikapi-fitna/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Sebagaimana kitapun tidak ingin disamaratakan dengan orang Islam yang mengambil jalan keras.

    maksudnya apa ? gak jelas.
    apa jalan keras yang dimaksud ?
    apakah membalas darah dengan darah, telinga dengan telinga adalah jalan keras?
    apakah ada Ayat suci dan Assunnah yang salah, dan harus diterima sebagian saja ? kalau memang ada, maka ayat2 dan sunnah tentang perang gak usah diterima, artinya, kita terima yang enak2 aja, yg aman2 aja… begitukah ?

    Yang saya maksud jalan keras disini jalan yang berbeda dengan yang dijalankan nabi Muhammad SAW. Apakah membalas film dengan perang bukan jalan keras? Ayat2 dan sunnah tentang perang harus diterima. Tapi KAPAN? Kapan nabi mengangkat pedang? Bukankah nabi mengangkat pedang ketika diserang? mohon maaf jika menimbulkan kesalahan penafsiran

  2. nomer dua itu punyaku kan?🙂

    Re:
    Iye om, hehe. Maaf gak izin dulu. Tapi gpp kan? Malah nambah tamu🙂 aqu ambil link nya langsung dari list top post di dashboard

  3. saya kira t bukan fitnah..saya udh nonton ..peace..no terorist n jihad

    Re:
    Yea, yea, kaya gini lah orang yang sudah ditutupi hatinya dari kebenaran. Nonton dan menyimpulkan seenaknya tanpa mengkonfirmasi dari sudut pandang yang lain

  4. daripada repot… dipenggal aj yg bikin filem ini, nurutin debat intelek gk ada ujung pangkalnya. dasarnya si pembuat filem ini kan politisi melarat yg pengen cari popularitas sesaat.

    seperti kata pepatah, pengen terkenal? kencingin aja sumur zam-zam… pasti nama Anda akan terkenal dengan cepat. tapi setelah itu nama Anda akan dimasukkan ke dalam guiness book of record atau malah dikebiri ma kaum muslim yg gemes ma tingkah Anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: