Masih worthed kah untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Sebagaimana yang dijabarkan oleh Khomeinimuj (klik di sini) dan menyikapi beberapa comment di post saya “Hati-hati tarif simpati pede baru” (klik di sini), saya ingin mencoba menuis opini lebih lanjut mengenai simpati Pede ini dan “kebijakan” 1 April kemarin.

Saya akui bahwa jika telefon ke lain operator simpati PeDe lebih murah dibandingkan ke operator lain. Tapi saya sebagai penelefon sesama operator merasa tarif nya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif sesama operator provider lain.

Selama ini saya akui juga layanan talkomsel cukup baik. Meskipun dari segi fitur, VAS, dan layanan beberapa operator lain lebih lengkap, belum ada yang menyamai kualitas sinyal dan jumlah pelanggan telkomsel. Sampai kejadian 1 April kemarin, dimana saya merasa sungguh dikecewakan.

Sebagai entrepreneur saya menempatkan etika bisnis sebagai sesuatu yang harus dijaga untuk mempertahankan pelanggan. Saya merasa Telkomsel tidak melakukan etika bisnis yang baik dengan tidak memberikan pemberitahuan ulang. Dan ini dapat dilihat dengan banyaknya orang yang merasa dirugikan dengan tidak adanya pemberitahuan ulang oleh telkomsel.

“Etika bisnis memang subjektif dan kembali ke kebijakan masing-masing, simpelnya etika bisnis yang baik adalah win-win solution, kedua pihak sama-sama puas. Ketika ada yang merasa dirugikan oleh transaksi yang dilakukan, saat itulah transaksi anda tidak sesuai dengan etika bisnis yang baik”

Mungkin saya (dan banayak pelanggan lain) juga salah tidak memperhatikan “berlaku sampai 31 Maret 2008” (yang entah kenapa harus ditulis sedemikian kecil. apakah memang sengaja supaya tidak diperhatikan?) tapi sepertinya saya juga salah terlalu percaya bahwa telkomsel tidak mengecewakan pelanggannya.

Betapa sering SMS-SMS iklan (kalo email bisa saya golongkan SPAM) masuk ke inbox. Menjengkelkan, tapi masih bisa ditolelir. Yang tak bisa di toleransi adalah kenapa untuk sekedar pemberitahuan “sampai menit ke 5” telkomsel tidak bersedia untuk menSMSkannya ke semua pelanggan sebelum berlakunya tarif baru? Apakah demi sekedar keuntungan 1-2 hari, Telkomsel rela mengorbankan kepercayaan pelanggan?

Bahkan ketika tarif ini berlaku (1 April 2008) jika anda menekan *888# yang anda temui (setelah pemberitahuan sisa pulsa dan tanggal berlaku) hanya perpanjangan hingga 30 Juni saja tanpa pemberitahuan sampai menit ke-5. Padahal informasi ini sangat penting. Hal ini masih saya temui ketika saya coba akses *888# pada tanggal 2 April 2008 malam

Saya baru menerima SMS pemberitahuan lengkap baru hari ini (4 April 2008) padahal saya menggunakan Telkomsel cukup lama (sekitar 5 tahun). Dan sekarang pun jika *888# anda akses anda akan temui “sampai menit ke 5”. Tapi selisih 3 hari setelah pemberlakuan tarif baru? Seorang yang belum pernah belajar manajemen pun akan tahu hal seperti ini tidak professional.

Saya juga pertanyakan kembali apakah seperti ini cara memperlakukan konsumen sebagai pelanggan setia?

Akhirnya kembali ke judul tpost apakah masih worthed untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Itu saya kembalikan kepada anda. Kepada anda yang setia terhadap simpati, punya keluarga karyawan telkom, sering telefon kelain operator, tidak mau berpindah ke lain operator yang kebanyakan dikuasai oleh pihak asing atau swasta, malas memberi kabar bahwa anda ganti nomor, saya anjurkan untuk tetap setia dengan simpati atau migrasi kembali ke simpati extra. Kelebihan-kelebihan simpati telkomsel masih worthed untuk anda pertahankan.
Kepada yang sering menelfon ke sesama operator, kalangan yang suka nelfon hingga berjam-jam, keberatan untuk bayar mahal, sakit hati dan trauma oleh tindakan telkomsel tanggal 1 April kemarin, silakan berpindah ke operator lain. Pilih dan berkomunikasi dengan bijak agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari

Mari ciptakan kondisi sehat berkomunikasi, sehat jasmani, rohani, dan kantong🙂

Published in: on April 4, 2008 at 10:57 am  Comments (2)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/04/04/masih-worthed-kah-untuk-tetap-setia-dengan-simpati-pede/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Anda bisa berkata “etika bisnis” karena bisnis anda masih dalam lingkup kecil dengan customer yang kecil juga.
    Saran saya, buang saja nomer simpati pede anda dan beralih ke opertaor lain (XL bebas atau IM3).
    Jangan bilang nomor anda sudah dikenal relasi, itu jawaban yang bodoh. kenapa gak dari dulu mikir toh udah tau simpati mahal.
    Alasan yang pasti karena dalam mindset anda “merk” simpati itu paling Oke.
    Ambil pelajaran dari situ untuk pengembangan bisnis anda.
    Enterpreneur kok sensitip harga buat telpon2 ama relasi, emang pacaran sampe harus telpon berjam2??😀

    Re:
    Jadi menurut anda apabila sudah jadi “besar” boleh kita seperti ini? Saya justru merasa dengan punya pelanggan banyak, dengan infrastruktur yang kuat, dan keuntungan milyaran suatu perusahaan harus lebih ketat dengan etika bisnisnya karena dengan meninggalkan etika bisnis pelanggan yang merasa dirugikan akan lebih banyak.
    Saya tahu simpati mahal, saya bertahan karena simpati masih milik negara.
    Saya sensitif karena ini menyangkut banyak orang, kalau memang simpati masih mementingkan pelanggan, mestinya tidak mengecewakan pelanggan.

  2. hehe… santai aja bung…
    Telkomsel sudah kasih pengumuman di koran2 terutama KOMPAS sampai menuh2-in 2 halaman.
    Penurunan tarif oleh pemerintah juga baru diputuskan +/- 1 atau 2 minggu sebelum, mengingat komponen tarif yang dihitung buanyakk bangett..
    Lha Telkomsel kan patuh tunduk dengan pemerintah bahwa tanggal 1 april harus turun tarif. Padahal ngitung penurunan tarif kan gak pake awang-awang, tapi harus dilakukan survey dan riset dampaknya yang gak mungkin bisa dilakukan 1 hari. Harus ngitung dampak trafik, komponen wholesale & retail, dll yang tentunya akan berpengaruh pada revenue. Palagi Telkom kan pasang saham di NY, jadi dampak2 yang timbul nantinya harus dipikir bener2, salah sedikit aja bisa berpengaruh besar pada kepercayaan pasar modal.
    Bahkan Indosat ama Xl aja baru dapet hitungan turun tarifnya mepet2 tanggal batas waktu pemerintah (14 April), ada apa dengan mereka??
    Jadi, wajar aja kalo Telkomsel gak bisa broadcast SMS jauh2 hari sebelumnya, karena itung2annya aja diburu waktu memenuhi peraturan pemerintah.
    Tapi Telkomsel berhak untuk itu karena sudah jelas dalam masa promo-nya hanya berlaku sampai 31 Maret 2008 dan perubahan tarif sudah dipublikasikan pada 1 April 2008 lewat media.
    Sedangkan untuk broadcast SMS, analisa saya itu sangat dilematis, mengingat broadcast 20-an juta SMS dalam satu waktu dikhawatirkan bisa mengganggu trafik SMS pelanggan. Jadi kemungkinan dilakukan parsial dalam beberapa hari dengan pertimbangan prioritas berdasarkan analisa tertentu pelanggan daerah mana dulu yang di-broadcast.
    Makanya saya bilang, untuk skala bisnis kecil sangat berbeda dengan skala bisnis yang sangat besar mengingat hal ini menyangkut stakeholder juga bung…
    Telkomsel 65% Telkom, 35% Singtel, jadi gak ada alasan Telkomsel masih milik negara. 35% itu gede loh…. jatah kursi direkturnya aja 2 kok, belum yang Vice President, GM, dll.
    Tak ada yang sempurna, suatu saat andapun akan mengecewakan pelanggan anda. Dan ketika menghadapi hal seperti itu, apakah anda dianggap masih punya etika bisnis oleh pelanggan yang kecewa??

    Re:
    hehehe saya juga santai aja kok, cuma rasanya saya sudah netral dengan mengambil sudut positif dan negatif dari telkomsel, dan di kesimpulan juga saya serahkan pada pembaca untuk menyimpulkan sendiri.

    Sementara dari hal pemberitahuan masalahnya kan tidak semua pelanggan telkomsel merupakan pembaca Koran. Berbeda dengan waktu pengumuman pemberlakuan simpati Pede yang selain media cetak, televisi, baliho, semua ada iklannya, sementara pemberlakuan tarif baru ini selain di koran dan internet, saya tidak menemui info di tempat lain. Televisi misalnya, sementara penonton televisi jauh lebih banyak dibanding pembaca koran. Bahkan sampai sekarang iklan di Televisi tidak ada saya temui yang menyangkut “hingga menit ke lima” yang jadi masalah ini.

    Kalau memang ditakutkan hari H terjadi gangguan traffik di pelanggan, kenapa tidak jauh-jauh hari? dua minggu sebelumnya misalnya. Jadi masyarakat bisa aware. Peraturan dari pemerintah turun sekitar awal Februari 2008. Saya kira dengan sumber daya Telkom yang banyak, apakah harus lebih dari satu bulan menentukan tarif?

    Satu lagi. Di akses info *888# pada tanggal 1 & 2 April saya cek sendiri tidak ada kata-kata “hingga menit ke lima” sementara kata-kata “berlaku hingga 30 Juni” nya sudah ada, dan space nya masih besar. Nah kenapa tidak dicantumkan sekaligus?

    Saya sih tidak menuntut kesempurnaan, semenjak pemberlakuan simpati pede pun simpati banyak gangguannya, sekitar 50 % panggilan yang saya lakukan failed call, lalu hampir sebagian pula panggilan yang berhasil dilakukan terputus di tengah-tengah, jadinya harus mulai lagi dari menit pertama.

    ya, beberapa kali saya mengecewakan pelanggan, dan pelanggan itu sebagian beralih ke saingan. Dan itu saya terima dengan lapang dada, karena memang kesalahan di pihak saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: