Selingkuh itu…. (Masihkah) Indah?

Teman2 semuanya, ini ada cerita dari salah seorang teman. Cerita ini sangat bagus untuk dijadikan pelajaran bahwa kita harus menghargai pasangan hidup masing2 (betapapun kekurangan yang dia miliki) sebab sesungguhnya tidak ada seorang pun yang sempurna.

Dan meskipun belum menikah, gw menyadari sepenuhnya bahwa ikatan pernikahan adalah sebuah ikatan sakral dan suci yang tidak boleh dinodai dengan selingkuh. Gw pernah merasakan diselingkuhi oleh seseorang yang sudah berkomitmen untuk menikah dengan gw, dan itu saja sudah terasa banget sakit hatinya apalagi yang sudah menikah ya?

So here’s the story:

Hati2 buat yang masih doyan “selingkuh”…………..

Kalo ada yang bilang selingkuh itu indah, coba deh baca pengalaman gw berikut ini

Gue dah 8 tahun married, anak 2. Sebelumnya belum pernah ada goncangan sehebat ini dalam rumah tangga gw.

Kira2 2 bulan lalu, suami gw selingkuh.

Hanya dalam tempo beberapa hari aja, semuanya terbongkar.

Tuhan itu ajaib dan luar biasa. Dia ga pernah biarkan sesuatu yang busuk disimpan lama2.

Gw merasakan sendiri dalam 2 bulan ini. Suami gw yang bukan tipe pembohong sebelumnya, tiba2 jadi seperti gw ga kenal lagi.

Semua kebohongan2 diluncurkan dari mulutnya. Dan semua itu terbongkar.

Can you imagine, apa yang dah kita dapat dari perselingkuhan ini:

1. Penyakit kelamin

Yes, suami gw positif terinfeksi GO, Herpes dan Chlamidya. GO nya cukup parah. Dan good newsnya lagi, GUE JUGA KETULARAN…..!!!

Padahal selingkuhannya suami gw itu cewek baru umur 20 tahun, cantik dan gak secara profesional kerja jadi PSK. Pengakuan suami gw, dia kenalan di mal waktu suami gw lagi survey di mal tersebut. Kelihatan seperti ABG2 yang wajar, lagi hang out ama teman2 ABGnya.

2. Teror

Setelah suami gw, akhirnya, bisa melepaskan diri dari perempuan itu, teror melanda kita sampai gw dan suami gw terpaksa berganti nomor HP. Puncaknya, perempuan itu menelpon ke rumah, waktu kebetulan anak perempuan gw yang berusia 6 tahun mengangkat telpon, dan dengan sadisnya perempuan itu berbicara kotor pada anak perempuan gw, mengatai2 dan mengintimidasi anak gw dengan sebutan : ‘ANAK PER*K’ “ANAK HAR*M”, “LO BUKAN ANAK BAPAK LO, GUE INI LAH PACAR BAPAK LO” “SELAMANYA BAPAK LO TUH GA PUNYA ANAK”

3. Kerugian material

Suami gw mengakui sedalam2nya perselingkuhannya, sampai semua hotel yang dia masuki, semua dia ceritakan sama gw. Meskipun menurut pengakuan suami gw, dia ga pernah kasih uang ke perempuan tsb, tapi semua catatan pengambilan uang, kartu kredit, suami gw buka sama gw.

Dan…. WOW !!! Ternyata lumayan banyak uang yang dikeluarkan untuk affair selama 1 bulanan itu. Belum lagi ditambah biaya pengobatan penyakit yang sekarang kita derita ini.

4. Kehancuran hati anak2

Awalnya gw menyembunyikan semua ini dari anak2 gw, tapi dengan adanya teror2, anak2 gw jadi tau. Putra sulung gw, yang tadinya kalem, penurut dan ga pernah macam2, tiba2 jadi doyan berantem di sekolah. Gw sudah 3 kali dipanggil ke sekolah selama kasus perselingkuhan suami gw ini terjadi.

Anak perempuan gw yang lagi main game di hp gw, mendadak MMS teror masuk, berupa foto mesra suami gw dan selingkuhannya terbuka di depan mata anak gw. Sampai sekarang anak perempuan gw itu belum mau bicara ama bapaknya meskipun sudah gw bujuk.

5. Hilangnya kepercayaan istri

Gw ga pernah nganggap diri gw sempurna, dan memang siapapun juga ga ada yang sempurna, kan?

Bicara mengenai alasan kenapa suami bisa berselingkuh, semua orang bisa mencarinya. Semua orang dengan mudah mendapat alasan kenapa dia berselingkuh. Apa para suami tidak berpikir bahwa istri pun punya alasan untuk berselingkuh ? Bicara soal jenuh dan kebosanan, tidak terpikirkah bahwa istri juga mengalami kejenuhan yang sama..?

Rutinitas, melihat suami yang ga peduli dengan urusan rumah tangga dan membebani sepenuhnya di istri. Bahkan nama guru anak sendiri juga ga tau. Sementara gw, yang tadinya wanita karir, give up karir setelah lahir anak ke 2, di rumah membantu pekerjaan suami, buatin dia laporan, presentasi, terjemahan, dll.

Selain itu, meskipun tinggal di rumah, gw juga berusaha cari uang tambahan. Gw terima jasa sekretaris pribadi, terjemahan, jual beli barang lwt internet, dan lain2. Suami bisa berlibur dengan santai di hari Sabtu dan Minggu, sementara menjadi istri dan ibu, tidak pernah ada kata libur. Mulai dari mata terbuka sampai terpejam lagi, begitu banyak hal yang mesti dikerjakan. Apakah semua itu juga tidak membosankan?

Talking about, pengen merasakan getaran2, sensasi, seperti orang pacaran? Hmm… Do you think istri juga ga merindukan hal2 tersebut? Sama saja…

Gw berpikir untuk mengajukan perceraian, meskipun suami gw memohon, menyembah, menangis di kaki gw dan sebagainya…

Karena bagi gw, sulit untuk bisa percaya lagi sama suami gw.

Cuma gw masih cb berpikir ulang.

Suami gw ajak gw konselling seminggu sekali dan sampai sekarang masih kita jalani. Ini sudah berlangsung kira2 sebulan.

Cuma memang, jujur, gw masih belum mampu melupakan.

Cuma untuk mutusin bercerai, gw juga berat dan kasian dengan anak2 gw. Gw lahir dari orang tua yang bercerai, karenanya gw tau gimana rasanya anak2 melihat orang tuanya berpisah dan hidup dengan background seperti itu ga mudah.

Dilema buat gue… ya?

_

Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua ya.

Kepada yang sudah berkeluarga dan merasa banyak kekurangan yang ditemui pada pasangannya, bersyukurlah karena masih banyak di luar sana yang masih merindukan datangnya pasangan. Bersyukurlah karena pasangan anda masih menerima anda dengan segala kekurangan anda. Berfikirlah 2, 5, 10 bahkan 100x sebelum berselingkuh dan berjagalah jangan sampai celah untuk berselingkuh muncul di hati.

Seindah apapun selingkuh yang anda lakukan, sadarlah bahwa ada yang tersakiti, ada yang dipertaruhkan, ada yang dikorbankan.

Published in: on Agustus 2, 2008 at 11:03 am  Comments (5)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/08/02/selingkuh-itu%e2%80%a6-masihkah-indah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 KomentarTinggalkan komentar

  1. tengkyu buat artikelnya….
    bagus banget…

    jgalah cinta dan komitmen yang udah kita sepakati bersama…
    hormati pasangan kita…
    terima dia dengan segala kekuranagn dan kelebihannya dia…
    sebagaimana dia bisa menerima kita apa adanya..

    lam kenal..

    lam kenal juga

  2. aku seorang istri yang suddah menikah 7th n sekarang dah berselingkuh 6 bulan ma seorang cowok…kita fine-fine aja tuh..biar dia dulunya sering ganti2 pasangan tapi dia bersih g seperti cerita kamu. Suami kamu aja yang g bisa milih pasangan, asal comot aja di jalan. Mungkin kamu harus intropeksi knp suami km selingkuh? jangan menyalahkan suami karena selingkuh tapi cari sebab kenapa dia selingkuh……..

    waduh, saya mah cm nerusin cerita teman saya mbak vanya, mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman orang lain, supaya tidak terjadi hal yang sama pada diri kita. Hmmm sekarang bersih…. nanti2…? Mbak vanya mungkin bisa pilih pasangan, tapi pasangan mbak? sepandai-pandainya atau sehati-hatinya seseorang, bisa aja kecelakaan kan?
    Tapi satu hal juga saya setuju suatu selingkuh pasti ada sebabnya. Orang umumnya selalu menyalahkan si pelaku selingkuh, namun sebanarnya yang diselingkuhi juga seharusnya introspeksi kenapa hal tersebut bisa terjadi

  3. wah saya ga stuju, Mas… kenapa??? sbab itu cerita saya yg di atas.. sebelumnya salam kenal, ya.. thank you for posting my article at bluefame ya..

    bingung jg bisa tersebar kemana2.. malu juga…

    satu hal saya mau tanya, banyak orang mencuri, membunuh, korupsi, dsb. Itu jg kejahatan kan? Apa kita jg akan mencari penyebabnya dan menyuruh si korban untuk introspeksi?

    Pada awal kejadian, saya terus2an introspeksi yg malah berujung pada penyalahan diri sendiri yg ga ada habis2nya, sampai saya dapat comment dari seorang ABG via email. Suami yg selingkuh, kok kamu yg nyalahin diri, dia yg berbuat dosa, kok kamu yg tenggelam menyalahkan diri sndiri…? Ini buat semua jadi depresi bertambah2, ga PD, dsb… Akhirnya sejak itu, saya buat keputusan untuk stop blaming.
    myself…

    Anyway… Thank you 4 the attention.. and GBU!

    ya mbak, memang ada beberapa kasus dimana selingkuh udah menjadi “jiwa” dari si pelaku. kalo udah gitu se (hampir mendekati) sempurna apa pun pasangannya, dia tetep aja bakal selingkuh. Tapi pada hampir semua kasus selingkuh yang saya temui biasanya berupa “impact”, berupa reaksi dari aksi yang diberikan si pasangannya, apakah itu kurang perhatian, ataupun terlalu mendominasi dsb. Kalo mbak memang termasuk yang pertama, syukurlah

  4. usia pernikahan sy berusia 7 th,suami sy selingkuh ketika saya sedang hamil anak kedua kami, dia mengakui setelah ada teror kepada saya, dia mengakuinya walau tak sampai penetrasi. saya kecewa,depresi dan rasanya ingin cerai tapi saya harus memikirkan anak2 saya. saat ini saya sedang berusaha melupakan dan memaafkannya,adakah tips untuk saya untuk dapat melupakan dan memaafkannya. saya juga harus menghargai kejujuran suami saya

  5. Adakah yang mampu menolong aku untuk memberi nasehat agar mampu melupakan dan memaafkan suami yang selingkuh, karena rasanya sakit sekali………. semoga Allah mengampuninya dan memberi ketabahan kepadaku dan anak2ku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: