Penerimaan PNS BAPPENAS


PENGUMUMAN
Nomor : 969/B.02/09/ 2008


Dalam rangka mengisi Formasi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badme Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun Anggaran 2008, membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia Pria dan Wanita, dengan kualifikasi Pendidikan dan kebutuhan formasi sebagai berikut:



1 Diploma III (DIII) D-III Sekretaris 3 Orang 
2 Diploma III (DIII) D-III Teknik Elektro 1 Orang 
3 Diploma III (DIII) D-III Komputer 4 Orang 
4 Strata Satu (S1) S-1 Sosial Ekonomi Pertanian 3 Orang 
5 Strata Satu (S1) S-1 Oseanografi 1 Orang 
6 Strata Satu (S1) S-1 Kesehatan Masyarakat 2 Orang 
7 Strata Satu (S1) S-1 Sosiologi 1 Orang 
8 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Studi Pembangunan 10 Orang 
9 Strata Satu (S1) S-1 Geografi 1 Orang 
10 Strata Satu (S1) S-1 FISIP (Ilmu Kesejahteraan Sosial) 1 Orang 
11 Strata Satu (S1) S-1 Hubungan Internasional 2 Orang 
12 Strata Satu (S1) S-1 Ilmu Pemerintahan 1 Orang 
13 Strata Satu (S1) S-1 Hukum Internasional 1 Orang 
14 Strata Satu (S1) S-1 Hukum Tata Negara 1 Orang 
15 Strata Satu (S1) S-1 Ilmu Komunikasi 1 Orang 
16 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Manajemen 3 Orang 
17 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Industri 2 Orang 
18 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Sipil (Pengairan) 2 Orang 
19 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Sipil (Transportasi) 1 Orang 
20 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Lingkungan 2 Orang 
21 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Elektro 1 Orang 
22 Strata Satu (S1) S-1 Planologi 2 Orang 
23 Strata Satu (S1) S-1 Teknik Informatika 1 Orang 
24 Strata Satu (S1) S-1 Statistik 1 Orang 
25 Strata Satu (S1) S-1 Administrasi Pembangunan 1 Orang 
26 Strata Satu (S1) S-1 Hukum 1 Orang 
27 Strata Satu (S1) S-1 Ekonomi Akuntansi 2 Orang 
28 Strata Satu (S1) S-1 Arsitektur 1 Orang 


Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
I. Persyaratan Administrasi Umum
1. Warga Negara Republik Indonesia;
2. Usia serendah-rendahnya
– DIII : 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 27 (dua puluh tujuh) tahun pada tanggal 1 Desember 2008
– S1 : 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 34 (tiga puluh empat) tahun pada tanggal 1 Desember 2008
3. Berijazah sesuai kualifikasi pendidikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah ditetapkan(Akredita si A bagi perguruan tinggi swasta);
4. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
– DIII : minimal 2,50 dari skala 4,00
– S1 : minimal 2,75 dari skala 4,00 atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,75 dari skala 5,00;
5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan penggadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindakan pidana kejahatan;
6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/ Anggota Tentara Nasional Indonesia/ Anggota Kepolisian Negara, atau di berhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
7. Tidak berkedudukan sebagai Calon PNS/ PNS, Calon/ Angota TNI/ POLRI;
8. Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;
9. Berbadan sehat (jasmani dan rohani, serta tidak buta warna).

Ayo rame rame daftar di situs resminya: http://rekrutmen.bappenas.go.id/

Gak ada jalur lain selain registrasi Online

Iklan
Published in: on September 17, 2008 at 1:10 pm  Comments (8)  
Tags: , , ,

Menambahkan Seni Dalam Pekerjaan Anda

Seni. Tak ada suatu pekerjaan dan ilmu di dunia ini yang bisa lepas dari seni. Mulai dari profesi dokter, guru, pedagang, semuanya perlu seni dalam profesinya. Tak percaya? Coba kita lihat.

Seorang dosen saya pernah bercerita jika ada dua orang dokter kita umpamakan dokter A dan dolter B. Dokter A lulus dengan gelar magna cum laude, IPK 4,00/4 sedangkan dokter B lulus dengan nilai sekadarnya. Sewaktu praktek Dokter A praktek dengan berdasar hanya pada ilmu yang ia dapat. Begitu pasien datang, disuruh buka baju, periksa ini itu dengan stetoskop, suntik, bikin resep, terima pembayaran, selesai.

Sementara Dokter B mencoba menerapkan sesuatu yang lebih dalam berpraktek. Begitu pasien datang, sang dokter menyapa dengan ramah, menanyakan kabar, memeriksa dengan hati-hati dan tetap ramah, menyuntik dengan membaca basmalah, menanyakan resep obat apa yang diinginkan pasien (generik atau obat paten), sewaktu pulang didoakan semoga lekas sembuh, dan pada waktu menerima pembayaran tak lupa mengucapkan terima kasih.

Nah kira-kira dokter mana yang paling laku? Atau ke dokter mana anda akan pergi jika anda sakit? Hmmm tak perlu ditanya lagi  ya.

Kita misalkan lagi ada dua orang pedagang dimana mereka berjualan produk yang sama. Pedagang pertama berjualan langsung dengan berteriak-teriak memanggil pelanggan. Sementara pedagang kedua menghibur pelanggan atau memposisikan diri sebagai palanggan, sehingga apa yang terjadi selanjutnya anda bisa menebak sendiri. Pedagang kedua akan lebih sukses.

Profesi guru? Hmm kita sudah pernah mengalaminya waktu sekolah dulu. Ada guru yang sangat kita sukai karena enak mengajarnya, gampang dimengerti penjelasannya, ataupun ramah pembawaaannya sehingga kita betah diajar olehnya. Sementara guru lainnya kita tak sukai. Bukan  mata pelajarannya yang susah yang membuat kita tidak suka, tapi biasanya gurunya yang killer, ngantuk waktu ngajar, atau hal-hal kurang mengenakkan lainnya yang membuat kita malas belajar mata pelajaran tersebut

Ya, sentuhan manis, mereka menambahkan suatu nilai lebih dalam profesinya, implementasi seni dalam profesi yang dapat menarik hati orang lain. Betapa banyak produsen yang berhasil dengan menambahkan seni ke dalam produk mereka. Kita bisa ingat bagaimana Microsoft menciptakan MS Windows. Suatu produk yang terkenal user friendly, membuat komputer bisa dioperasikan anak SD dengan mudahnya.

Ada pula Nokia yang kalau dilihat dari harga dan teknologi, jelas produk-produk nokia kalah. Namun dengan desain dan interface yang indah dan mudah digunakan, hingga kini nokia merupakan produsen handphone nomor satu di dunia dengan jutaan pemakai setia. Sebagai contohnya lihat gambar di atas. Bentuknya bukan hanya merupakan handphone, tapi merupakan masterpiece seni yang mengagumkan

Bagaimana dengan anda? Sudah kah anda menambahkan seni dalam pekerjaan/produk anda?

picture regards to nokia aeon

dipublikasikan juga di beraniegagal.com

Published in: on September 10, 2008 at 3:25 pm  Comments (1)  
Tags: , ,

Manfaat Berbuat Kebaikan

Pada suatu hari seorang raja melewati seorang tua yang sedang menanam pohon buah Zaitun, kemudian raja berhenti sebentar sambil berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu, sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya memakan buah dari pohon yang ia tanam, karena umurnya yang sudah sangat tua tersebut.

kemudian raja berkata: “Wahai Orang tua bukan waktunya lagi engkau menanam pohon Zaitun ini, karena pohon ini lambat pertumbuhan dan berbuahnya sedangkan kau orang tua yang sangat renta sekali.”

orang tua itu berkata : “wahai raja, orang-orang dahulu juga telah menanam apa yang kita makan hari ini, maka sudah sepantasnya kita menanam supaya anak cucu kita nanti bisa makan apa yang kita tanam sekarang”

Lantas Raja berkata “Anda sungguh luar biasa mulia.” seperti biasanya apabila raja berkata seperti itu kepada seseorang, maka kepada orang itu diberi hadiah sesuai dengan ukuran yang sepantasnya, maka raja membayar untuk harga buah tersebut kepada orang tua itu.

maka orang tua itu berkata lagi “wahai raja, bagaimana pendapatmu tentang apa yang aku tanam, alangkah cepat berbuahnya.”

raja itu berkata, “luar biasa” untuk yang kedua kalinya, kemudian orang tua itu diberikan hadiah lagi yang lain.

orang tua itu berkata lagi. “wahai raja, setiap pohon yang berbuah sekali dalam satu tahun, sedangkan pohonku ini berbuah dalam sebentar saja dua kali.”

maka raja berkata untuk kali ketiga “luar biasa”, kemudian raja berjalan dan berkata kepada para sahabatnya “Ayo pergi, jika kita terus-terusan berhenti di kebun orang tua ini, maka tidak akan cukup apa yang ada di perbendaharaan kita untuk memberi hadiah kepadanya”.

 

Cerita diatas adalah contoh bahwa Setiap kebaikan yang kita lakukan akan selalu kembali kepada kita, membawa manfaat bagi kita yang mengerjakan kebaikan itu sendiri sebagaimana Firman Allah SWT.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir: seratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia)-Nya) lagi Maha mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 261).

 

Story regards to Agussyafii

Published in: on September 5, 2008 at 6:17 am  Comments (2)  
Tags: , , ,

Said in The Different Way

Cerita kali ini dapetnya bahasa Inggris, jadi dipostkan dalam bahasa Inggris juga.

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: ‘I am blind, please help.’ There were only a few coins in the hat.

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

 Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, ‘Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?’

The man said, ‘I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.’ What he had written was: ‘Today is a beautiful day and I cannot see it.’

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing? Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign

simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?

 Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.

Published in: on September 5, 2008 at 6:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Nyobain Google Chrome

Yeah.. akhirnya setelah baca-baca di blog testimoni orang lain, tertarik juga nyobain browser bikinan mbah google ini. Cukup aneh karena selama ini hubungan antara google & firefox baek-baek aja

Pertama-tama download installer Google chrome versi beta disini

Lalu langsung install deh

Pandangan pertama….tampilan biru… keren juga, (terus ngapain namanya chrome ya? Kenapa gak Google Bluez aja gitu).

Weks mana nih interface windows yang biasanya ada di bagian atas? Bagian atas google chrome bener2 bersih. Gak ada file, edit, view, bookmark, dll yang biasanya ada di Firefox atau Internet Explorer bawaan windows. Bener-bener simpel & minimalis.

Kecepatan browsing… kayaknya lebih cepet daripada firefox atau IE… mungkin gara-gara interface nya yang simpel.

Bahasa…Waduh! Ini dia nih yang jadi masalah… karena biasa browsing pake English, agak kaget juga dengan bahasa google chrome yang Indonesia campur malay. Jadinya agak aneh kaya bagian “download” yang jadi “unduhan”. Yang bikin gw ketawa pas dapet page yang error (biasanya page load error) kalo di google chrome tulisannya “Aduh! Tautan ini rusak” Hahaha pake ada “Aduh” nya segala. Keluarlah bahasa2 aneh kaya tautan, menyambung, menunggu, induk, dll

Ok, deh karena lagi pake Google chrome, ayo pake bahasa indonesia!

Ada beberapa sentuhan manis dari Google Chrome ini. Kalo biasanya kita “open link in new tab ” di firefox maka tab baru akan ada di tab paling kanan. Di Google chrome ketika buka tautan di tab baru, tab baru akan ada tepat di samping tab induk. Pernah juga waktu lagi mau download unduh & keluar pop up ad iklan yang… pokoknya yang menjengkelkan, alih-alih muncul di windows baru yang nutupin page halaman yang sedang kita buka, dia muncul di bagian bawah windows tanpa ganggu page halaman yang lagi kita buka jadinya gampang kita close  tutup

Untuk liat fitur-fitur selengkapnya dari google chrome silakan klik di SINI

sejauh ini lumayan, gak nemu error kesalahan atau bug kutu yang aneh. Website situs yang biasa gw  kunjugi juga udah langsung bisa dibuka. Another nice service from Google. Setelah merajai search engine mesin pencari, nantangin yahoo dengan gmail, sekarang bikin google chrome. Kok jadi monopoli gini ya google?

Published in: on September 4, 2008 at 4:53 am  Comments (2)  
Tags: , , , ,

Cerita Anisa Memahami Keikhlasan

Cerita ini gw dapet dari email beraniegagal.com. Gw persembahkan untuk menasihati diri gw sendiri dan sahabat2 gw yang hingga detik ini masih menyelami arti kata ikhlas. Tuk Wk, empi, utet, ade dan pengunjung blog ini, smoga Allah senantiasa memberikan kebijakan dan pemahaman atas arti ikhlas yang sebenarnya

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah,sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.

Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : “Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… ” Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten…

“Oke … Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?” Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.”Terimakasih. .., Ibu”.

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya

“Anisa…, Anisa sayang ngga sama Ayah ?”

“Tentu dong… Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !”

“Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…”

“Yah…, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil “si Ratu” boneka kuda dari nenek… ! Itu kesayanganku juga”

“Ya sudahlah sayang,… ngga apa-apa !”. Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,

“Anisa…, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?”

“Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?”.

“Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu.”

“Jangan Ayah… Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini..” Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya.

Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya…

” Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?” Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya

” Kalau Ayah mau… ambillah kalung Anisa” Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.

Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih… sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa…

“Anisa… ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau” Ya…, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Sebenarnya demikianlah yang sering terjadi antara kita dengan Allah. Terkadang Allah meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan.. . baik itu berupa barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.

Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Sumber : Anynomous

Published in: on September 2, 2008 at 1:56 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,