Menambahkan Seni Dalam Pekerjaan Anda

Seni. Tak ada suatu pekerjaan dan ilmu di dunia ini yang bisa lepas dari seni. Mulai dari profesi dokter, guru, pedagang, semuanya perlu seni dalam profesinya. Tak percaya? Coba kita lihat.

Seorang dosen saya pernah bercerita jika ada dua orang dokter kita umpamakan dokter A dan dolter B. Dokter A lulus dengan gelar magna cum laude, IPK 4,00/4 sedangkan dokter B lulus dengan nilai sekadarnya. Sewaktu praktek Dokter A praktek dengan berdasar hanya pada ilmu yang ia dapat. Begitu pasien datang, disuruh buka baju, periksa ini itu dengan stetoskop, suntik, bikin resep, terima pembayaran, selesai.

Sementara Dokter B mencoba menerapkan sesuatu yang lebih dalam berpraktek. Begitu pasien datang, sang dokter menyapa dengan ramah, menanyakan kabar, memeriksa dengan hati-hati dan tetap ramah, menyuntik dengan membaca basmalah, menanyakan resep obat apa yang diinginkan pasien (generik atau obat paten), sewaktu pulang didoakan semoga lekas sembuh, dan pada waktu menerima pembayaran tak lupa mengucapkan terima kasih.

Nah kira-kira dokter mana yang paling laku? Atau ke dokter mana anda akan pergi jika anda sakit? Hmmm tak perlu ditanya lagi  ya.

Kita misalkan lagi ada dua orang pedagang dimana mereka berjualan produk yang sama. Pedagang pertama berjualan langsung dengan berteriak-teriak memanggil pelanggan. Sementara pedagang kedua menghibur pelanggan atau memposisikan diri sebagai palanggan, sehingga apa yang terjadi selanjutnya anda bisa menebak sendiri. Pedagang kedua akan lebih sukses.

Profesi guru? Hmm kita sudah pernah mengalaminya waktu sekolah dulu. Ada guru yang sangat kita sukai karena enak mengajarnya, gampang dimengerti penjelasannya, ataupun ramah pembawaaannya sehingga kita betah diajar olehnya. Sementara guru lainnya kita tak sukai. Bukan  mata pelajarannya yang susah yang membuat kita tidak suka, tapi biasanya gurunya yang killer, ngantuk waktu ngajar, atau hal-hal kurang mengenakkan lainnya yang membuat kita malas belajar mata pelajaran tersebut

Ya, sentuhan manis, mereka menambahkan suatu nilai lebih dalam profesinya, implementasi seni dalam profesi yang dapat menarik hati orang lain. Betapa banyak produsen yang berhasil dengan menambahkan seni ke dalam produk mereka. Kita bisa ingat bagaimana Microsoft menciptakan MS Windows. Suatu produk yang terkenal user friendly, membuat komputer bisa dioperasikan anak SD dengan mudahnya.

Ada pula Nokia yang kalau dilihat dari harga dan teknologi, jelas produk-produk nokia kalah. Namun dengan desain dan interface yang indah dan mudah digunakan, hingga kini nokia merupakan produsen handphone nomor satu di dunia dengan jutaan pemakai setia. Sebagai contohnya lihat gambar di atas. Bentuknya bukan hanya merupakan handphone, tapi merupakan masterpiece seni yang mengagumkan

Bagaimana dengan anda? Sudah kah anda menambahkan seni dalam pekerjaan/produk anda?

picture regards to nokia aeon

dipublikasikan juga di beraniegagal.com

Published in: on September 10, 2008 at 3:25 pm  Comments (1)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ramdani1428.wordpress.com/2008/09/10/menambahkan-seni-dalam-pekerjaan-anda/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Salam kenal
    http://iwanmalik.wordpress.com

    salam kenal juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: