Nyobain Google Chrome

Yeah.. akhirnya setelah baca-baca di blog testimoni orang lain, tertarik juga nyobain browser bikinan mbah google ini. Cukup aneh karena selama ini hubungan antara google & firefox baek-baek aja

Pertama-tama download installer Google chrome versi beta disini

Lalu langsung install deh

Pandangan pertama….tampilan biru… keren juga, (terus ngapain namanya chrome ya? Kenapa gak Google Bluez aja gitu).

Weks mana nih interface windows yang biasanya ada di bagian atas? Bagian atas google chrome bener2 bersih. Gak ada file, edit, view, bookmark, dll yang biasanya ada di Firefox atau Internet Explorer bawaan windows. Bener-bener simpel & minimalis.

Kecepatan browsing… kayaknya lebih cepet daripada firefox atau IE… mungkin gara-gara interface nya yang simpel.

Bahasa…Waduh! Ini dia nih yang jadi masalah… karena biasa browsing pake English, agak kaget juga dengan bahasa google chrome yang Indonesia campur malay. Jadinya agak aneh kaya bagian “download” yang jadi “unduhan”. Yang bikin gw ketawa pas dapet page yang error (biasanya page load error) kalo di google chrome tulisannya “Aduh! Tautan ini rusak” Hahaha pake ada “Aduh” nya segala. Keluarlah bahasa2 aneh kaya tautan, menyambung, menunggu, induk, dll

Ok, deh karena lagi pake Google chrome, ayo pake bahasa indonesia!

Ada beberapa sentuhan manis dari Google Chrome ini. Kalo biasanya kita “open link in new tab ” di firefox maka tab baru akan ada di tab paling kanan. Di Google chrome ketika buka tautan di tab baru, tab baru akan ada tepat di samping tab induk. Pernah juga waktu lagi mau download unduh & keluar pop up ad iklan yang… pokoknya yang menjengkelkan, alih-alih muncul di windows baru yang nutupin page halaman yang sedang kita buka, dia muncul di bagian bawah windows tanpa ganggu page halaman yang lagi kita buka jadinya gampang kita close  tutup

Untuk liat fitur-fitur selengkapnya dari google chrome silakan klik di SINI

sejauh ini lumayan, gak nemu error kesalahan atau bug kutu yang aneh. Website situs yang biasa gw  kunjugi juga udah langsung bisa dibuka. Another nice service from Google. Setelah merajai search engine mesin pencari, nantangin yahoo dengan gmail, sekarang bikin google chrome. Kok jadi monopoli gini ya google?

Published in: on September 4, 2008 at 4:53 am  Comments (2)  
Tags: , , , ,

Anak Jatuh Dari Eskalator dan Kondisi Safety Pusat Perbelanjaan

ceritanya sudah sekitar seminggu yang lalu, tepatnya terjadi pada 4 Agustus kemarin dimana seorang bocah terjatuh lagi dari eskalator ITC Roxy

Liputan selengkapnya di http://video.okezone.com/play/2008/08/04/236/2605/bocah-jatuh-dari-eskalator-lantai-ii-roxy-mas

Kejadian ini nambahin lagi peristiwa kecelakaan yang terjadi di pusat perbelanjaan. Masih ingat kejadian anak jatuh dari eskalator sebelumnya dan mobil jatuh dari tempat parkir? Korban umumnya adalah anak-anak, dan ada yang hingga tewas. Salah siapa ini? Orang tua yang kurang teliti mengawasi anaknya? Pemilik pusat perbelanjaan? Pemerintah?

Yang jelas kalo saling menyalahkan gak akan ada habis-habisnya

Tapi memang sudah saatnya pemerintah membuat suatu aturan safety di pusat perbelanjaan dan mengawasinya dengan benar sehingga pemilik pusat perbelanjaan punya pedoman dalam membangun sebuah pusat perbelanjaan yang aman bagi keluarga. Masyarakat pun sebagai pengunjung dapat dengan lega berbelanja tanpa khawatir anaknya jatuh dari eskalator

Sayangnya saat ini pemerintah masih sibuk bangun mal dan apartemen di sana-sini dengan kurangnya pengawasan dalam pembangunan tersebut, apakah dari segi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang sudah menjadi rahasia umum bahwa AMDAL yang tak lulus bisa diluluskan dengan sogokan. Ataukah dari segi health & safety bangunan itu sendiri sehingga dalam pemakaian oleh pengguna  nantinya tidak terjadi kecelakaan dan sakit akibat bangunan.

Sedikit trivia: Coba bayangkan anda sedang berada di lantai teratas mall yang paling sering anda kunjungi dan dalam kondisi penuh/crowded. Tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Tahukah anda dimana posisi emergency exit? atau fire extinguisher terdekat?

Hmm lain kali mungkin jangan hanya apal tempat mushola ataupun toilet, tapi harus apal juga posisi emergency exit

Published in: on Agustus 9, 2008 at 6:38 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

Penutupan youtube akibat Menkominfo berlebihan

Sungguh aneh rasanya sementara pemerintah dan tokoh agama menyerukan agar tidak menyikapi maraknya film fitna secara berlebihan, Menkominfo sebagai tangan pemerintah malah berlebihan dalam menyikapinya.

Dimulai dengan mengirim email peringatan kepada pengelola youtube dan para Internet Service Provider agar memblokir situs dan blog yang menyebarkan film Fitna (dapat dibaca di sini) . Lalu kemudian balasan youtube yang menyambut dingin ancaman pemerintah (dapat dibaca disini). Hingga akhirnya hari ini (5 April 2008) pemerintah memblokir akses youtube pada beberapa ISP Indonesia (dapat dibaca di sini).

Tidak cukup dengan youtube tingkah Menkominfo ini membuat salah satu ISP ketakutan dan menutup akses ke beberapa situs lainnya yang saya yakin teman-teman pasti sering menggunakannya yaitu Metacafe, MySpace, Multiply, dan Rapidshare. (dapat dibaca di sini)

Dan sebagaimana saya sampaikan pada post UU ITE, kalau sudah niat, orang pasti nyari sejuta jalan buat dapetinnya. Dan dalam hitungan jam sudah beredar cara akses ke youtube (kalo saya muat di blog ini ntar blognya ikut-ikutan diblokir, teman-teman cari sendiri aja ya).

Duh menkominfo, kalo blokir peredaran film fitna sih saya dukung aja, tapi mengapa sampai memblokir akses ke situs-situs penting ini sih? Tidak efektif dan malah mengembalikan kita ke zaman orde baru dulu. Semua akses ke informasi pemerintah yang atur biar pemerintah bisa atur informasi yang kita dapat dan akhirnya mengatur opini kita.

Mana nih kebebasan? Ini malah jadi kebebasan yang kebablasan. Tapi yang kebablasan bukan kita melainkan menkominfo yang terlalu bebas membatasi kebebasan. Duh pusing!

Published in: on April 5, 2008 at 3:54 pm  Comments (2)  
Tags: , ,

Masih worthed kah untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Sebagaimana yang dijabarkan oleh Khomeinimuj (klik di sini) dan menyikapi beberapa comment di post saya “Hati-hati tarif simpati pede baru” (klik di sini), saya ingin mencoba menuis opini lebih lanjut mengenai simpati Pede ini dan “kebijakan” 1 April kemarin.

Saya akui bahwa jika telefon ke lain operator simpati PeDe lebih murah dibandingkan ke operator lain. Tapi saya sebagai penelefon sesama operator merasa tarif nya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif sesama operator provider lain.

Selama ini saya akui juga layanan talkomsel cukup baik. Meskipun dari segi fitur, VAS, dan layanan beberapa operator lain lebih lengkap, belum ada yang menyamai kualitas sinyal dan jumlah pelanggan telkomsel. Sampai kejadian 1 April kemarin, dimana saya merasa sungguh dikecewakan.

Sebagai entrepreneur saya menempatkan etika bisnis sebagai sesuatu yang harus dijaga untuk mempertahankan pelanggan. Saya merasa Telkomsel tidak melakukan etika bisnis yang baik dengan tidak memberikan pemberitahuan ulang. Dan ini dapat dilihat dengan banyaknya orang yang merasa dirugikan dengan tidak adanya pemberitahuan ulang oleh telkomsel.

“Etika bisnis memang subjektif dan kembali ke kebijakan masing-masing, simpelnya etika bisnis yang baik adalah win-win solution, kedua pihak sama-sama puas. Ketika ada yang merasa dirugikan oleh transaksi yang dilakukan, saat itulah transaksi anda tidak sesuai dengan etika bisnis yang baik”

Mungkin saya (dan banayak pelanggan lain) juga salah tidak memperhatikan “berlaku sampai 31 Maret 2008” (yang entah kenapa harus ditulis sedemikian kecil. apakah memang sengaja supaya tidak diperhatikan?) tapi sepertinya saya juga salah terlalu percaya bahwa telkomsel tidak mengecewakan pelanggannya.

Betapa sering SMS-SMS iklan (kalo email bisa saya golongkan SPAM) masuk ke inbox. Menjengkelkan, tapi masih bisa ditolelir. Yang tak bisa di toleransi adalah kenapa untuk sekedar pemberitahuan “sampai menit ke 5” telkomsel tidak bersedia untuk menSMSkannya ke semua pelanggan sebelum berlakunya tarif baru? Apakah demi sekedar keuntungan 1-2 hari, Telkomsel rela mengorbankan kepercayaan pelanggan?

Bahkan ketika tarif ini berlaku (1 April 2008) jika anda menekan *888# yang anda temui (setelah pemberitahuan sisa pulsa dan tanggal berlaku) hanya perpanjangan hingga 30 Juni saja tanpa pemberitahuan sampai menit ke-5. Padahal informasi ini sangat penting. Hal ini masih saya temui ketika saya coba akses *888# pada tanggal 2 April 2008 malam

Saya baru menerima SMS pemberitahuan lengkap baru hari ini (4 April 2008) padahal saya menggunakan Telkomsel cukup lama (sekitar 5 tahun). Dan sekarang pun jika *888# anda akses anda akan temui “sampai menit ke 5”. Tapi selisih 3 hari setelah pemberlakuan tarif baru? Seorang yang belum pernah belajar manajemen pun akan tahu hal seperti ini tidak professional.

Saya juga pertanyakan kembali apakah seperti ini cara memperlakukan konsumen sebagai pelanggan setia?

Akhirnya kembali ke judul tpost apakah masih worthed untuk tetap setia dengan Simpati PeDe?

Itu saya kembalikan kepada anda. Kepada anda yang setia terhadap simpati, punya keluarga karyawan telkom, sering telefon kelain operator, tidak mau berpindah ke lain operator yang kebanyakan dikuasai oleh pihak asing atau swasta, malas memberi kabar bahwa anda ganti nomor, saya anjurkan untuk tetap setia dengan simpati atau migrasi kembali ke simpati extra. Kelebihan-kelebihan simpati telkomsel masih worthed untuk anda pertahankan.
Kepada yang sering menelfon ke sesama operator, kalangan yang suka nelfon hingga berjam-jam, keberatan untuk bayar mahal, sakit hati dan trauma oleh tindakan telkomsel tanggal 1 April kemarin, silakan berpindah ke operator lain. Pilih dan berkomunikasi dengan bijak agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari

Mari ciptakan kondisi sehat berkomunikasi, sehat jasmani, rohani, dan kantong 🙂

Published in: on April 4, 2008 at 10:57 am  Comments (2)  
Tags: , ,

Arti “FITNA” yang sebenarnya (Fitna bukan Fitnah)

Ya, ya, ya lagi-lagi film Fitna. Pertama kali dengar fitna, orang-orang Indonesia pasti langsung mengaitkan dengan kata yang terdengar akrab di telinga: fitnah. Ya wajar aja sih secara cuma beda satu huruf (huruf h), terus kata fitnah juga berasal dari Arab. Jelas lah orang Indonesia mengaitkan film fitna ini dengan fitnah. Sayangnya itu sampai saat ini arti fitna itu sebenarnya masih sulit dijelaskan.

Katanya pak ustadz Wiki (Maksudnya Wikipedia):

Fitna (فتنة) is an Arabic word, generally regarded as very difficult to translate but at the same time is considered to be an all-encompassing word referring to schism, secession, upheaval and anarchy at once. It is often used to refer to civil war, disagreement and division within Islam and specifically alludes to a time involving trials of faith, similar to the Tribulation in Christian eschatology. The term originally referred to the refining of metal to remove dross, but became common in apocalyptic writings and is often used to refer to the First Islamic civil war.

Variant Qur’anic translations demonstrate some of the confusion this term has engendered:

(8:39) “So fight them until there is no more disbelief (fitnah) and all submit to the religion of Allah alone”
(8:39) “And fight with them until there is no more persecution (fitnah) and religion should be only for Allah”

The meaning of the term is illustrated in the apocalyptic literature by people under extreme moral and psychological stress to compromise an element of their faith in return for worldly gain, and sometimes in return for their lives. They are made to choose, often not knowing exactly what is good and what is evil

According to Orientalist Gilles Kepel, “fitna is sometimes translated as sedition, that is to say the fact that the Muslim community is fragmented is because it has lost its sense of proportion and of reality – of maslaha (public interest); to its detriment this has delivered it to the demons of extremism. Jihad returning like a boomerang weakens the community from within. The fitna has been the ulemas’ obsessive fear for as long as Islam has existed.”

Artinya? duh maap berhubung kemampuan english rada-rada stupid, trus di atas udah dikatakan bahwa difficult to translate, jadinya gak berani mentranslate sembarangan ke Indonesia, ntar salah kaprah lagi.

tapi jangan ditelan mentah-mentah juga tuh kata-kata om Wiki. Yah namanya juga karangan manusia, trus katanya moderator wikipedia pro yahudi. Apalagi yang paling terakhir, orientalis yang ngomong. Padahal orientalis terkenal kebenciannya terhadap Islam.

Trus ada lagi hasil nanya ke abah Google:

In short, Fitna means crisis. it could mean controversy, conflict, curruption, war, malpractice, maltreatment, etc

Fitna generally means corruption.

Fitna actually has many meanings , but in this sentance it means : riot disturbance trouble unrest disorder tumult turmoil

Fitna means being in a state of difficulty(worest thing through out somebody’s life) fitna can leads to praying for God to make him/her died.can be trouble in life.Examples on this can be when the person whom you loved is died,when your company burnt,when you doesn’t get a job that you need in your life

Fitna simple mean bone of contention or a mater or things which create trouble between differnt people or groups

Wow jadinya banyak banget ternyata pengertian fitna. Jadi benarkah fitna = fitnah? Mmmm coba kita liat lagi pengertian fitnahnya orang Indonesia. Karena bukan ahli bahasa, saya ambil dari blognya Saifullah Kamalie:

Kata fitnah memang berasal dari bahasa Arab, tetapi maknanya dalam bahasa Indonesia sangat jauh berbeda dari makna asalnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fitnah adalah, “perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang…” (Edisi Kedua, hlm 277). Lalu kita sering mendengar ungkapan, “Eh, jangan memfitnah dong, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan!”. Kata fitnah dalam bahasa Arab merupakan faux amis kata fitnah dalam bahasa Indonesia. Mengutip pendapat Vinay dan Darbelnet, Malone (1988:26) mengatakan bahwa istilah faux amis pertama kali diperkenalkan oleh Vuibert pada tahun 1928. Seorang pakar penerjemahan menjelaskan bahwa faux amis adalah, “…words or expressions which have the same form in two or more languages but convey different meanings” (Baker, 1992:25). Menurutnya, faux amis seringkali terjadi antara bahasa yang mempunyai hubungan kultural dan historis, seperti bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman. Tetapi sebetulnya bisa juga antara bahasa yang sama sekali tidak mempunyai hubungan, seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan Rusia. Ketika ungkapan satu kata dipinjam oleh sebuah bahasa, kita tidak dapat memprediksikan atau mengontrol perkembangannya atau penambahan maknanya yang mungkin terjadi. Inilah mungkin yang terjadi terhadap perkataan fitnah yang telah mengandung makna yang berbeda dari makna aslinya.

Ungkapan “fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan” terilhami oleh terjemahan surah al-Baqarah ayat 191 “Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan”, dan surat al-Baqarah ayat 217 “Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan”. Dalam Al-Quran dan Terjemahannya, kata fitnah dalam kedua terjemahan tersebut masing-masing diberi catatan kaki. Kata fitnah dalam ayat 191, catatan kakinya berbunyi, “Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama”. Catatan kaki untuk kata fitnah dalam ayat 217 berbunyi, “Fitnah di sini artinya penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin”. Sayangnya, kedua ayat ini sering dikutip oleh penceramah dan khatib Jumat ketika mereka membahas masalah fitnah dalam pengertian bahasa Indonesia. Padahal jelas bahwa pengertian fitnah dalam kedua ayat tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengertian fitnah seperti yang dijelaskan dalam KBBI.
Mmm kalo diperhatikan emang film Fitna ini merupakan fitna dalam Arab asli. Agak berbeda ya artinya dengan fitnah-nya versi Indonesia
Published in: on April 3, 2008 at 4:42 pm  Comments (5)  
Tags: , ,

Menyikapi FITNA

Beberapa hari belakangan ini ada 2 film yang heboh dibicarakan oleh para netter dan dibahas berbagai blog maupun forum di internet.

Yang pertama tentunya film nasional baru yang meledak yaitu Ayat-ayat Cinta. Sedang yang kedua tak lain dan tak bukan yaitu film bikinan salah satu anggota parlemen Belanda Geert Wilders yaitu FITNA.

Kalau film yang pertama secara umum dipuji oleh berbagai pihak, sebaliknya film kedua lebih banyak menuai kecaman, meski masih ada yang memuji. Kalo film pertama mencapai 3 juta penonton lokal dalam 3 minggu. Film kedua hanya 30 menit untuk 3 juta penonton dari berbagai pelosok dunia. WOW

Seperti apa sih film Fitna ini? Sebelum menonton dan malah terbawa emosi ada baiknya membaca dahulu hasil kerja para blogger dan para pemberi comment yang menjadi top post wordpress di bawah ini

1. Resensi “FITNA”

2. Fitna telah berakhir

3. Fitna, film fitnah terhadap Islam

4. Film Fitna = fitnah

5. Kenapa ada film Fitna?

Alasan Geert Wilders rilis film ini sih katanya menunjukkan Islam yang sebenarnya dan mengajak membatasi penyebaran Islam di Eropa. Tapi alasan sebenarnya sih ya gak tau juga. FYI setelah film ini rilis namanya jadi santer sedunia dan banyak yang simpati dan ingin kasi duit. Jangan-jangan memang mau tenar dan nyari duit ya?  Hus! suudzon aja

Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi film FITNA ini? Rame2 protes, boikot Belanda, mengutuk, mencaci, mendiamkan saja, cuek, atau mendoakan? Apapun sikap kita terhadap film ini, itulah jatidiri kita yang sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa film ini dibuat oleh hanya segelintir orang saja. Jangan sampai akibat dari segelintir orang ini merugikan orang yang lain yang tidak bersalah. Boikot produk Belanda, Hujat orang yang seagama dengan Geert Wilders misalnya (si GW ini atheis kalo gak salah baca). Bukankah akan merugikan orang-orang lain diluar segelintir orang tersebut diatas yang sama sekali merupakan orang-orang tidak berdosa?

Ini bukan hal yang diajarkan Islam dan nabi Muhammad SAW. Islam sendiri mengajarkan bahwa barang siapa mengganggu orang non Islam yang berdampingan hidup damai dengan Islam sama dengan mengganggu nabi. Menyamaratakan semua orang Belanda ataupun non muslim bukan tindakan bijak. Sebagaimana kitapun tidak ingin disamaratakan dengan orang Islam yang mengambil jalan keras.

Kita masih ingat lembaran hitam saudara-saudara kita di belahan bumi dimana Islam merupakan minoritas ketika peristiwa 9/11. Mereka dihujat, dilempari, dimusuhi, dianggap teroris. Sungguh rendah perbuatan orang-orang yang memperlakukan saudara kita tersebut. Apakah sekarang kita akan memposisikan diri kita serendah mereka?

Islam sendiri mengajarkan bahwa “Balasan dari suatu kejahatan adalah dengan kejahatan yang serupa” ini adalah perinsip keadilan. Tapi disambung dengan “dan barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah” (QS AsySyuura 40)

Sungguh sebenarnya diri ini juga bingung luar biasa. Hati sedih dan marah sudah bergejolak di hati. Jika waktu kasus kartun nabi Muhammad masih ditenangkan kisah nabi saat dihujat dan dilempari batu sementara Jibril yang menawari menghujamkan jabal nur malah diajak untuk mendo’akan mereka. Maka kasus kali ini yang dihina adalah agama, meskipun bukan dari segi aqidahnya.

Duh Ya Allah bagaimana sebenarnya kami harus bersikap? Kami yakin bahwa nur ini tidak akan suram oleh ejekan mereka, Engkau sendiri yang menjaga dien ini tetap bersinar untuk seluruh alam. Tapi tetap saja hati ini sakit melihat perbuatan mereka menghina ayat-ayatMu. Ya rasul maafkan kami yang masih lemah dan tercerai berai sehingga musuh-musuh Islam leluasa menghina dan mengejek agama ini.

Tapi membalas mereka pun tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan menzhalimi orang-orang tidak berdosa dan merusak alam ini. Kami hanya dapat berdoa semoga mereka yang membuat dan mendukung film Fitna ini dapat dibukakan hatinya melihat Islam yang sebenarnya. Kami sadar doa saja tidak lah cukup, perlu upaya menunjukkan bahwa Islam benar-benar rahmat bagi seluruh alam. Ampuni kami jika sikap kami ini salah.

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”

Published in: on April 1, 2008 at 12:07 pm  Comments (4)  
Tags: , ,

UU Informasi dan Transaksi Elektronik

Akhir-akhir ini dunia internet Indonesia dihebohkan dengan akan diberlakukannya UU Informasi dan Transaksi Elektronika. Banyak yang merespon positif maupun negatif akan adanya pemberlakuan UU ini. Yang paling banyak direspon terutama pasal mengenai penyebaran media pornografi maupun kebebasan berekspresi yang diantaranya lewat blog. Keseluruhan RUU dapat didownload di http://anggara.files.wordpress.com/2008/03/uu-ite.pdf (thanks to anggara.org)

UU ini dianggap mengurangi kebebasan para netter, sementara pemerintah sebagai pembuat UU dianggap menghambur-hamburkan uang (30 T untuk upaya UU ini) dan tidak siap dalam menggodok UU ini. Mmmm ada benarnya juga, coba liat wawancara dari detik net berikut ini:
Lalu bagaimana mengetahui sebuah situs itu masuk dalam kategori porno atau bukan? “Caranya gampang. Pokoknya kalau ada situs yang mensyaratkan pengaksesnya berusia 17 atau 18 tahun, maka sudah pasti itu (situs) porno,” tandas Nuh yakin.

Selengkapnya di http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/26/time/133757/idnews/913593/idkanal/399

Wah pak menteri Kominfo ini jarang online kali ya kok bisa sih meng general isir (halah susah banget bahasanya) semua situs mensyaratkan 17-18 tahun pasti porno. Padahal hampir 50 % situs, blog, forum, dan email, pendaftarannya mewajibkan umur 18 tahun. Friendster yang terkenal itu saja harus mewajibkan 18 tahun. Memang sudah bukan rahasia lagi bahwa friendster juga sering disalahgunakan untuk menyebarkan media porno bahkan menjual jasa esek-esek. Tapi apakah harus dengan memblokir situs seperti ini? Belum lagi para pelaku internet marketer dan e-commerce yang tentu saja situs pembayarannya kebanyakan mewajibkan umur 18 tahun.

Beberapa komentator berpendapat bahwa pemerintah seharusnya tidak memblokir, tapi membatasi pengaksesan media pornografi ini. Sementara komentator lain berpendapat pemerintah hanya ada kepentingan meloloskan UU ini, lihat saja masalah rokok yang benar-benar merugikan dan bisa diakses bahkan oleh anak umur 5 tahun tidak diblokir oleh pemerintah berhubung pemerintah punya kepentingan dengan para produsen rokok.  Para hacker beda lagi, langsung menghack situs depkominfo dan menampilkan foto Roy Suryo berpose waria.

Sebenarnya kalo diperhatikan UU ini bakalan menghambat para cyber crime beroperasi di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia menjadi tempat yang lebih aman lagi untuk bernet surfing. Kebanyakan cyber crime di Indonesia adalah:

1. Pencurian Nomor Kredit (carding).
Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking)
Pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbankan dan merusak data base bank
3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM Roy M. Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.

Mengenai cyber crime yang lain bisa dilihat di post saya “yang patut diwaspadai selain virus”

Bagaimanapun UU ini perlu, tapi UU ini masih banyak celah dan kelemahan yang perlu digodok dengan lebih matang. Celah ini bisa dimanfaatkan para oknum polisi yang tidak bertanggung jawab untuk memeras ataupun seenaknya menangkap orang.

Selain itu UU ini akan percuma kalau dari sisi brainwarenya tidak ada pencerahan. Kalo orang udah niat ya dengan segala cara bakalan nyari jalan. Pemblokiran oleh Depkominfo pun cuma Pe-eR kecil bagi para hacker lokal yang terkenal kreatif. Dalam hitungan hari saya yakin cara penjebolan blokir ini sudah akan beredar di Internet.
Yah bagaimanapun baik teknologi maupun UU ini mempunyai dua sisi mata pedang yang membawa kebaikan maupun keburukan. Terserah kita sebagai pengguna mau memanfaatkannya untuk kebaikan atau sebaliknya?

Published in: on Maret 30, 2008 at 12:35 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,