Cerita Ust Yusuf Mansyur & Security POM Bensin

Ini ada sedikit cerita dari Ust Yusuf Mansyur. Sempat baca ni kisah di email 2x selalu merinding eh tergetar hati gw (ceileee…) nice story. Agak panjang memang, tapi Insya Allah bisa mengetuk hati. Here’s the story:


Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”.

“Masih banyak, Pak Ustadz”.

Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.

Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “PakUstadz!”. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.

Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.

“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”.

“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”

“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”

“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.

Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.

Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”.

*******

“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.

“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”

“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya”.

“Wah, ustadz langsung nembak aja nih”.

Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.

“Udah shalat ashar?”

“Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja”.

“Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?”

Sekuriti itu senyum aja.

Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.

“Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”, saya mengejar.

“Ya, kurang lebih dah”.

Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang ‘alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.

“Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima , memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang”.

Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?

Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.

Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.

Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, “Terus, mau berubah?”

“Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?”

“Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”.

“Ngebut gimana?”

“Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima -an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah”.

Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.

“Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”.

Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.

“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?”

“Satu koma tujuh, Pak ustadz”.

“Wuh, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede”.

“Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”.

“Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?”

“Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.

“Koq bisa?”

“Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt”.

“Terus, kenapa masih kurang?”

“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”.

“Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?”

“Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”.

“Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”.

Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain.

Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.

“Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?”

“Mau Ustadz. Saya benahin dah”.

“Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”.

“Siap ustadz”.

“Tapi sedekahnya tetap kudu loh”.

“Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”.

“Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”.

“Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya”.

Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.

Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?”. Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan jalanin,” katanya, manteb.

“Gajian bulan depan masih ada ga?”

“Masih. Kan belum bisa diambil?”

“Bisa. Dicoba dulu”.

“Entar bulan depan saya hidup pegimana?”

“Yakin ga sama Allah?”

“Yakin”.

Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”.

Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum’at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!

Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.

Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.

******

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.

“Mana bisa?” kata komandannya.

“Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”.

Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.

Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata komandannya.

Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.

“Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.

Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah muka nya.

Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.

Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.

Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma”.

Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.

Berhasil kah?

Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.

Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.

“Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.

Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.

Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, terjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu terjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.

Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhanallah kan ? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.

Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.

Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.

Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?

Enggak. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana . Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.

Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.

Subhaanallaah, masya Allah.

Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.

Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.

Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.

Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua.

Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis.

Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampipr 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan. Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua.. Di antaranya, saya jadi ikut belajar.

Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya, kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini.

Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua… (Ust. YUSUF MANSUR).

Iklan
Published in: on Desember 11, 2008 at 2:51 am  Comments (1)  
Tags: , , , , ,

KISAH-KISAH YANG MERUBAH DUNIA

Semoga kisah-kisah berikut ini mampu memberikan semangat dan motivasi pada diri kita…


*KISAH ” POST-IT “*
Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak teratur
sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat. Pada suatu
hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya – 3M – telah menciptakan
sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat dengan baik. Dengan kata
lain, lem gagal berfungsi.

Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah
tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih tersusun
rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya kepada pihak
manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu, ia menerima royalti
satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang hayat. Setiap tahun,
hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah lebih dari US$100 juta. Oleh
karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta setiap tahun.

*KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER*
Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts,
Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia pulang
ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana
keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut. Sebaliknya,
istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu
disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen dan sebotol
tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne. Dia lalu
menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan penuh
kemesraan seraya berkata ” Abang sekarang tentunya punya waktu untuk
menulis buku. ” Nathaniel Hawthorne mendapat semangat baru dari motivasi
dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis dan
menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The
Scarlet Letter.

*KISAH UPS*
James E. Casey, penggagas UPS (United Parcel Service) terpaksa berhenti
sekolah ketika berusia 11 tahun guna membantu keluarganya karena ayahnya
tidak sehat. Pekerjaan pertama yang diperoleh adalah mengantar pembungkus ke
sebuah gudang serba ada dengan gaji bulan sebesar US$2,50. Selain itu, dia
juga bekerja sebagai pengantar telegraf di perusahaan telegraf. Ketika
beusia 15 tahun, James E.Casey dan 2 orang rekannya yang bekerja sebagai
pengantar telegraf memulai usaha sendiri yang kemudian teryata menjadi
berhasil. Dari pengantar berjalan kaki, naik sepeda, dan sepeda motor, ia
berkembang menggunakan truk. Saat ini, United Parcel Service mempunyai lebih
dari 340.00 karyawan di seluruh dunia dengan omset per tahun lebih dari
US$22 milyar.

*KISAH HOTEL HILTON*
Conrad Nicholson Hilton – anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan
pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang
dari Norway, seorang yang tekun barusaha tetapi telah mengalami beberapa
kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong.
Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar
dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit di peroleh.
Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan
bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan
sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang di masak oleh Nyonya Mary
Hilton ( ibunya ). Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan
selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang
bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah
organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik di
dunia.

* KISAH KFC *
Kolonel Harland D. Sanders lahir pada tahun 1890 di sebuah ladang yang
berdekatan dengan Hendryville, Indiana. Ayahnya meninggal ketika ia berusia
enam tahun. Itu menyebabkan ibunya harus bekerja sebagai tukang jahit baju
sedangkan ia juga terpaksa menjaga adik – adiknya yang masih kecil. Pada
saat itulah ibunya mengajarkan seni masakan daerah.
Tidak berapa lama setelah ibunya kawin lagi, Harland D. Sanders yang pada
saat itu berusia 12 tahun telah berhenti sekolah. Dia keluar rumah untuk
mulai bekerja. Di antara pekerjaan awalnya termasuk bertani, penyelia
pekerjaan landasan kereta api, kondektur, penjual asuransi, masinis, kapal
uap, dan masih banyak lagi. Akhirnya, Harland D. Sanders membuka sebuah
terminal layanan yang sukses di mana dia menyediakan masakan istimewa kepada
para pelanggan – ayam goreng, semeja 6 orang.

Nampaknya nasib malang merupakan teman setia Sanders. Pada tahun 1939,
bisnisnya terpuruk dan nyaris bangkrut. Tanpa rasa putus asa, Sanders
mendirikan sebuah restoran dan motel dengan gaya baru. Siapa pun yang ingin
mengunakan telepon umum atau hendak ke toilet wanita harus melalui replika
kamar motelnya yang terdapat di situ. Iklan ini sukses untuk mengembangkan
bisnis motelnya. Ketika pendapatan yang di peroleh agak bagus, satu masalah
lain muncul. Ada jalan raya baru yang membuat semua pelanggan lebih suka
lewat jalan baru itu sehingah tidak melewati motelnya. Tingkat hunian motel
mulai merosot, dan Sanders melelang semua bisnisnya. Namun hasil jualannya
hanya cukup untuk membayar hutang yang ada.

Meski Harland D. Sanders sudah berusia 66 tahun ketika itu, ia tidak
mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dengan hidup di bawah tanggungan
dinas sosial, Sanders berencana mencari segmen pasar baru yang sesuai.
Satu-satunya harta paling bernilai yang dimilikinya adalah resep rahasia
yang diberi nama “ayam goreng kentucky”. Menjelang tahun 1956, Sanders telah
berhasil meyakinkan belasan restoran guna memasak dan menjual ayam goreng
Kentucky; dan memberinya US 4 sen sebagai royalti untuk setiap potong ayam
goreng yang terjual. Gembira dengan kesuksesan yang di peroleh, Sanders lalu
memuati mobil pikap model 1946 miliknya dengan 50 resep ramuan bumbu dan
sebuah periuk untuk ditawarkan kepada beberapa orang yang mau membeli
waralaba resepnya. Menjelang tahun 1960, sebanyak 400 buah restoran di
Amerika dan Kanada telah meyediakan ayam goreng Kentucky. Dalam waktu 4
tahun, jumlah tempat jualan ayam goreng Kentucky telah meningkat menjadi 650
restoran dengan omset penjualan per tahun bernilai US$37 juta. Saat ini
terdapat hampir 10.000 restoran ayam goreng kentucky di seluruh dunia dengan
lebih dari 200.000 karyawan dan omset penjualan per tahun lebih dari US$8.2
milyar..

*SI BUDAK FRED DOUGLAS*
Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan dirinya
bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak
budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang
tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus
berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu
jam. Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para
budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan embaca. Namun, tanpa
diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia
sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.

Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai
seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato,
mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik
sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts.
Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk
memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk
berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang
kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang
budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di
Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepada District of Columbia
dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun. Apakah keadaan Anda
lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?

*KISAH MICHAEL FARADAY*
Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat,
Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual
buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Brittanica,
perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai
habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya
untuk melakukan percobaan-percobaan .
Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia
mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday
mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana
besar itu.
Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti di
depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada
Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak
mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja
pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium dan membawanya
ke ruang kuliah.
Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat
yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan
percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun
dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan .
Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah di
depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi
Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di jamannya.
Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya
yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday.

“*MEREKA YANG BERHASIL ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT SEBUAH PONDASI YANG KOKOH
DARI BATU BATA YANG DILEMPARKAN OLEH ORANG LAIN KEPADANYA
*”.

Published in: on Juli 18, 2008 at 9:05 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Install Segera Software Freeware CINTA di Hati Anda

Daripada menulis berita yang berisi kebencian terhadap orang lain, pemerintah, negara, dunia, lingkungan, diri sendiri, mendingan menulis tentang cinta…biar hati kita tetap penuh dengan cinta dan hidup jadi lebih indah.

Cara Menginstall Cinta Di Dalam Hati

 

Admin (A):  Ya, ada yang bisa saya bantu?

Client (C):   Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall CINTA. Bisakah anda memandu saya      menyelesaikan prosesnya?

(A): Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?

(C): Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

(A): Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda di mana HATI anda?

(C): Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

(A): Program apa saja yang sedang aktif?

(C): Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM

(A): Tidak apa-apa. CINTA akan menghapus SAKITHATI.EXE dari sistem operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA akan meng overwrite MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?

(C): Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?

(A): Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. dan IKHLAS.BAT. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

(C): OK, sudah. CINTA mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?

(A): Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?

(C): Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

(A): Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk meng-upgradenya

(C): Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

(A): Apa pesannya?

(C): “ERROR 412 – PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT. THERE IS AN ERROR CONFLICT”. Apa artinya?

(A): Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men’CINTA’i mesin anda sendiri sebelum men-“CINTA-KASIH”-i orang lain

(C): Lalu apa yang harus saya lakukan?

(A): Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?

(C): Ya, sudah

(A): Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART” MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan meng overwrite file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

(C): Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?

(A): Ya! dan kadang orang lain mungkin perlu waktu lebih lama untuk mendownloadnya. Jadi CINTA telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting!

(C): Apa?

(A): CINTA adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

Published in: on Juli 17, 2008 at 1:28 pm  Comments (2)  

Modus Penipuan Yang Lagi-lagi Makin Berkembang (ATM+stiker palsu)

Call Center BCA Palsu kembali menelan Korban… kali ini menimpa Mbak Milla (http://milla3l6.multiply.com/) mengalami musibah pada tanggal 10 Juni 2008

Berikut ini postingannya

Postingan ini saya copy dari email yang saya sebarkan ke teman-teman. Si gw
ini adalah saya sendiri, Milla.

Dalam kasus ini gw sendiri yang jadi korban. Uang di ATM abis disikat sama
tukang tipu Halo BCA jadi-jadian.

Kejadiannya 2 hari yang lalu, gw mau narik duit di ATM BCA deket rumah. Pas
masukin kartu, yang terjadi adalah si kartu nyangkut, keluar
nggak….ketelen juga nggak, karena penarik kartunya seret.

Sebelumnya, di antrian sebelum gw ada mas-mas dan dia bilang,”kayanya nggak
bisa deh mbak. Tapi coba aja deh”.

Dan gw coba karena di monitornya nggak ada tulisan “Maaf, ATM tidak dapat
digunakan”. Tulisan itu baru keluar setelah kartunya nyangkut. Si mas-mas
itu masih ada di situ pas gw berusaha ngeluarin kartu dan dia ikut bantuin.
Karena susah…dicongkel nggak bisa, didorong pake kartu lain juga nggak
bisa, dia bilang,”telpon ke pengaduan aja mbak, nih telpon ke sini aja”
sambil nunjuk sticker Halo BCA yang tertempel di mesin ATM itu.

Saat itu gw dalam kondisi kesel dan terburu-buru karena sangat butuh ngambil
uang saat itu juga untuk disetor ke bank lain, dan waktunya udah mepet, jam
2an. Akhirnya karena nggak tau mesti diapain kartunya dan pingin cepet2
diurus, gw telpon deh Halo BCA itu.

Seperti layaknya CS, verifikasi data nama, alamat, nama ibu kandung, dsb,
dia bilang kartu gw mau diblokir. Dia minta nomer rekening, gw nggak hafal.
Minta nomor seri kartu ATM, ya nggak bisa lah karena kartunya nyangkut. Trus
minta nomer seri buku tabungan, gw nggak bawa. Trus minta nomer PIN ATM
(awalnya nggak secara langsung bilang minta nomor PIN, tapi bilangnya “nomor
6 digit terakhir yang biasa dipake”, tapi mungkin dia tau saya agak bingung,
baru deh bilang maksudnya nomor PIN) sambil bilang,”tapi ngomongnya
pelan-pelan aja ya mbak, jangan sampai kedengeran orang di sekitar mbak”.
Sempet sih kepikiran dan ragu-ragu,”kok minta PIN ya?kasih nggak ya?” tapi
karena gw dalam kondisi agak panik, buru-buru pengen beres dan gw meyakinkan
diri sendiri kalo gw nelpon Halo BCA, ya gw kasih.

Setelah itu dia bilang kartunya udah diblokir, jadi gpp kalo ditinggal.
Setiap pagi ada pegawai yang suka ngecek ATM, biasanya kalau ada kartu yang
nyangkut akan dikembaliin ke cabang BCA tempat kita buka kartu, gitu
katanya. Karena yakin udah diblokir, pergilah gw dari situ.

Gw pergi tanpa ada curiga sedikit pun. Kecurigaan baru muncul besoknya
(kemaren) pas nyoba nelpon lagi ke “Halo BCA” untuk konfirmasi kartu. Gw
telpon beberapa kali tapi nggak aktif. Gw makin curiga setelah merhatiin
nomernya….kok ada yang aneh…kok kaya nomer esia ya ?(karena sebelumnya belum
pernah nelpon Halo BCA jadi nggak hafal dan nggak ngeh dengan berbagai
keganjilan).

Saat itu baru mulai agak panik dan langsung turun ke BCA di gedung itu juga
buat ngeprint buku tabungan. Dan ternyata….

Ya Allah…gw langsung lemess…saldonya tinggal 20ribu rupiah! Dan tercetak ada
pengambilan berkali-kali (yang tentunya bukan gw yang ngambil) sampe
disisain segitu.

Padahal itu bukan duit gw pribadi, tapi pendapatan restoran dan mau dipake
buat bayar macem-macem.

Uugghhh…gemesss rasanya…kok gw kena tipu juga yah….

Nyeseeel rasanya..kenapa gw percaya aja ya sama CS Halo BCA jadi-jadian itu?
Kok gw nggak ngeh ya dgn berbagai keganjilan di lokasi ATM atau suara si
CSnya sendiri?

Kok gw mau aja ya ngasih PIN yang harusnya menjadi rahasia milik gw seorang?
Kok gw nggak nurut aja ya ma supir gw yang udah ngambil kawat buat nyongkel
kartu?

Kok gw nggak ngecek lagi ya apa kartu gw emang bener udah diblokir?

Dan berbagai kok gw-kok gw dan kenapa-kenapa lainnya….

Uuuuuuuuuuuuggggghh hhhhhh! Antara kesel dan nyesel!

Gw udah lapor ke BCA, tapi nggak muluk-muluk berharap duitnya bisa kembali.
Seenggaknya mereka tau kalo ada kasus penipuan atas nama Halo BCA. Dan udah
menjadi niat gw untuk menyebarkan kasus ini ke temen-temen supaya nggak
terjebak dengan kejadian yang sama.

Di balik musibah ini, gw masih bisa bersyukur, kasus ini terjadi bukan pada
saat saldonya puluhan juta rupiah, bukan pada saat gw mau bayar uang sewa
ruangan, bukan pada saat akhir bulan dimana harus menggaji karyawan, bayar
listrik dan tepon, atau tagihan-tagihan besar mendesak lainnya.

Masih bisa mengucap Alhamdulillah..

Makasih ya maling! masih disisain 20 ribu rupiah

Semoga 20 ribu itu akan segera dilipatgandakan kembali oleh Allah SWT
belipat-lipat.

Dan gw yakin, selama dia masih makan dari uang-uang curian, hidupnya nggak
akan tenang!

FYI, nomer yang tertera di stiker “Halo BCA” itu adalah 999-66-889 dan 96888
(dari ponsel).

Kalo Halo BCA yang asli adalah 52-999-888 dan 69888 (dari ponsel).

Nomer pertama yang gw tepon adalah yang kedua (dari ponsel), tapi nggak
nyambung. Akhirnya gw nelpon ke yang 999… si maling itu.

Gw udah nggak percaya lagi deh sama contact number darurat yang
ditempel-tempel di tempat umum. Mending gw nanya dulu ke 108.

Buat temen-temen, waspadalah! sindikat pencurian kaya gini bisa terjadi di
ATM bank apapun, bukan hanya BCA. Kemaren gw lapor ke Halo BCA yang asli (gw
yakin asli karena disambungin sama CS yang di Bank BCA), dia bilang belom
pernah nerima pengaduan Halo BCA jadi-jadian gini. Tapi pas gw cerita di
rumah, kakak gw pernah denger kasus kaya gini tapi ATM Mandiri.

Tolong ya temen-temen, ingatkan ke temen-temen yang lain, juga ke saudara,
keluarga di rumah, tetangga, siapapun deh orang-orang di lingkungan sekitar
anda…supaya nggak jadi korban berikutnya.

p.s : semalem gw dateng lagi ke ATM itu dengan niat…kalo stickernya masih
terpasang mau gw coret-coret “PENIPU!MALING! ” (udah bawa-bawa spidol saking
niatnya) dan mau gw foto. tapi ternyata sudah dicopot…entah ATM mana lagi
yang jadi sasarannya.

Published in: on Juli 7, 2008 at 4:25 am  Comments (9)  

Tentang Ahmadiyah

Sekarang ini ahmadiyah emang lagi naik daun, so perlu ikut dibahas di blog ini. Tapi karena kebatasan ilmu saya, saya hanya ambil dari link di bawah ini

http://newsgroups.derkeiler.com/Archive/Soc/soc.culture.indonesia/2008-06/msg00593.html

Diantaranya apa yang telah diedarkan oleh Liga Fiqih Islam (Majma’
Fiqih Islami) tentang sesatnya doktrin Ahmadiyah:

a. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT itu seperti manusia, Dia
melakukan puasa, shalat, tidur, bangun, menulis, bersalah bahkan
melakukan hubungan seksual (Maha Suci Allah).

b. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tuhan mereka itu berkebangsaan
Inggris, yang berbicara kepada Mirza Ghulam Ahmad dengan bahasa
Inggris.

c. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kenabian itu belum selesai dan masih
akan ada nabi terus. Menurut mereka Allah akan mengutus nabi
berdasarkan keperluan. Dan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang
paling utama dan paling agung dibandingkan semua nabi yang pernah ada.

d. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa malaikat Jibril turun kepada Mirza
Ghulam Ahmad dan memberinya wahyu. Dan ilham-ilham yang diterima Mirza
seperti Al-Qur’an.

e. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tidak ada Al-Qur’an kecuali yang
dibawa oleh Al-Masih yang dijanjikan kedatangannya, yaitu Mirza Ghulam
Ahmad. Tidak ada hadits kecuali apa yang diajarkan Mirza. Dan tidak
ada nabi kecuali di bawah wewenangnya.

f. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kitab suci mereka diturunkan dengan
nama ‘Al-Kitab Al-Mubin’, di mana yang dimaksud itu bukan Al-Qur’an.

g. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa mereka adalah pemeluk agama yang baru
yang mandiri, dengan syariat yang independen, serta berkeyakinan bahwa
kedudukan orang-orang yang menjadi teman Mirza Ghulam Ahmad seperti
kedudukan para shahabat kepada Nabi Muhammad SAW.

h. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kota Qodian itu seperti Mekkah dan
Madinah, bahkan kota itu lebih suci dari keduanya. Tanah Qodian adalah
tanah suci dan kota itu menjadi kiblat mereka serta kesana pula mereka
melakukan ibadah haji.

i. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa bahwa perintah jihad tidak pernah ada
serta mereka fanatik buta dengan keinginan penjajah Inggris. Dan bahwa
penjajah Inggris adalah tuan mereka berdasarkan nash kitab suci
mereka.

j. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama Islam itu kafir,
kecuali mereka yang masuk dalam Ahmadiyah. Mereka pun melarang
pengikutnya untuk menikah dengan orang lain kecuali dengan sesama
pengikut mereka sendiri.

k. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa hukum khamar, opium, narkotika dan
benda memabukkan lainnya tidak haram.

l. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anak tuhan.

2. Siapakah Mirza Ghulan Ahmad?

Dia lahir pada tahun 1839 di India, tepatnya di kampung Qodian,
wilayah Punjab. Dan meninggal di usia 69 tahun tepatnya pada tahun
1908. Dia lahir dari sebuah keluarga yang agak kurang baik di mata
rakyat India, bahkan dikenal sebagai keluarga pengkhinat bangsa atas
penjajahan Inggris. Latar belakang kisah berdirinya paham sesat buatan
Mirza ini memang lebih terfokus kepada proses penjajahan Inggris atas
India serta tipu daya penjajah itu dalam meredam semangat jihad
perlawanan atas penjajahan Inggris.

Inggris ingin memanfaatkan ketokohan Mirza untuk dijadikan salah satu
kaki tangan penjajah dalam rangka mengendorkan semangat perlawanan
bangsa India muslim dalam mengusir penjajah. Maka diantara doktrin
utama saat itu adalah menafikan perintah jihad. Juga mendoktrinkan
bahwa tuhan itu adalah orang Inggris dan berfirman dalam bahasa
Inggris.

Lalu dengan diback-up oleh beragam fasilitas penjajah, ajakan sesat
Mirza ini dianggap efektif untuk meredam jihad. Sehingga pada periode
berikutnya, Mirza semakin membabi buta dalam rangka mengobrak-abrik
isi aqidah Islam, sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas. Maka
dari hanya sekedar meredam jihad, paham sesat Mirza ini berkembang
sampai dia mengatakan bahwa dirinya adalah nabi, bahkan nabi yang
paling besar. Selanjutnya dia pun pernah menyebutkan bahwa dirinya
adalah anak tuhan. Nauzu billahi min zalik.

Tentu saja para ulama di India marah besar terhadap ajaran sesat
Mirza. Apalagi kita tahu bahwa India juga gudang para ulama besar
dunia. Mereka pun sepakat untuk menyatakan bahwa Mirza dengan segala
ajarannya itu sudah bukan muslim lagi alias kafir. Salah seorang ulama
India, Syeikh Abul Wafa’ yang juga pemimpin Jamaah Ahlul Hadits pernah
mendebatnya, menjatuhkan semua hujjahnya dan membuka kedoknya. Namun
ketika Mirza tidak bergeming dari pendirian sesatnya, beliau pun
menantangnya bermubahalah (saling berumpah agar Allah menjatuh laknat
kepada lawannya). Dan hanya berselang beberapa hari setelah mubahalah
itu, Mirza pun meninggal dunia.

3. Salah satu kepastian bahwa ajaran Mirza ini kufur dari Islam adalah
ketika mereka mengaku memiliki kiab suci sendiri selain Al-Qur’an yang
kita kenal sekarang ini. Mengingkari Al-Qur’an Al-Kariem sebagai satu-
satunya kitab suci sudah cukup untuk mengeluarkan seseorang dari
pemeluk agama Islam.

Akhirnya malam ini pemerintah mengeluarkan SKB. Tapi isinya? Yuks Tidak ada pembubaran ataupun pelarangan Ahmadiyah. Hanya disuruh berhenti melakukan kegiatan. Duh pemerintah udah mandul nih

Published in: on Juni 9, 2008 at 9:30 am  Comments (2)  

Tentang AKKBB

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

  • Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
  • National Integration Movement (IIM)
  • The Wahid Institute
  • Kontras
  • LBH Jakarta
  • Jaingan Islam Kampus (JIK)
  • Jaringan Islam Liberal (JIL)
  • Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
  • Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
  • Institut Dian/Interfidei
  • Masyarakat Dialog Antar Agama
  • Komunitas Jatimulya
  • eLSAM
  • Lakpesdam NU
  • YLBHI
  • Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
  • Lembaga Kajian Agama dan Jender
  • Pusaka Padang
  • Yayasan Tunas Muda Indonesia
  • Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
  • Crisis Center GKI
  • Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
  • Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
  • Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
  • Gerakan Ahmadiyah Indonesia
  • Tim Pembela Kebebasan Beragama
  • El Ai Em Ambon
  • Fatayat NU
  • Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
  • Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
  • Koalisi Perempuan Indonesia
  • Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
  • Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
  • Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
  • SHEEP Yogyakarta Indonesia
  • Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
  • Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
  • LSM Adriani Poso
  • PRKP Poso
  • Komunitas Gereja Damai
  • Komunitas Gereja Sukapura
  • GAKTANA
  • Wahana Kebangsaan
  • Yayasan Tifa
  • Komunitas Penghayat
  • Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
  • Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
  • Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
  • Crisis Center SAG Manado
  • LK3 Banjarmasin
  • Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
  • Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
  • Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
  • PERCIK Salatiga
  • Sumatera Cultural Institut Medan
  • Muslim Institut Medan
  • PUSHAM UII Yogyakarta
  • Swabine Yasmine Flores-Ende
  • Komunitas Peradaban Aceh
  • Yayasan Jurnal Perempuan
  • AJI Damai Yogyakarta
  • Ashram Gandhi Puri Bali
  • Gerakan Nurani Ibu
  • Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.

Published in: on Juni 9, 2008 at 9:29 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Dongeng Pohon Ara dan Batu

Alkisah pada suatu saat di sebuah negeri di timur tengah sana. Seorang saudagar yang sangat kaya raya tengah mengadakan perjalanan bersama kafilahnya. Diantara debu dan bebatuan, derik kereta diselingi dengus kuda terdengar bergantian. Sesekali terdengar lecutan cambuk sais di udara. Tepat di tengah rombongan itu tampaklah pria berjanggut, berkain panjang dan bersorban ditemani seorang anak usia belasan tahun. Kedua berpakaian indah menawan. Dialah Sang Saudagar bersama anak semata wayang nya. Mereka duduk pada sebuah kereta yang mewah berhiaskan kayu gofir dan permata yaspis. Semerbak harum bau mur tersebar dimana-mana. Sungguh kereta yang mahal.


Iring-iringan barang, orang dan hewan yang panjang itu berjalan perlahan, dalam kawalan ketat para pengawal.Rombongan itu bergerak terus hingga pada suatu saat mereka berada di sebuah tanah lapang berpasir. Bebatuan tampak diletakkan teratur di beberapa tempat. Pemandangan ini menarik bagi sang anak sehingga ia merasa perlu untuk bertanya pada ayahnya.


“Bapa, mengapa tampak oleh ku bebatuan dengan teratur tersebar di sekitar daerah ini. Apakah gerangan semua itu ?”.


“Baik pengamatan mu, anak ku”, jawab Ayahnya,”bagi orang biasa itu hanyalah batu, tetapi bagi mereka yang memiliki hikmat, semua itu akan tampak berbeda”.


“Apakah yang dilihat oleh kaum cerdik cendikia itu, Bapa ?”, tanya anaknya kembali.


“Mereka akan melihat itu sebagai mutiara hikmat yang tersebar, memang hikmat berseru-seru dipinggir jalan, mengundang orang untuk singgah, tetapi sedikit dari kita yang menggubris ajakan itu.”.


“Apakah Bapa akan menjelaskan perkara itu pada ku?”


“Tentu buah hatiku”, sahut Sang Saudagar sambil mengelus kepala anaknya.


“Dahulu, ketika aku masih belia, hal ini pun menjadi pertanyaan di hati ku. Dan kakek mu, menerangkan perkara yang sama, seperti saat ini aku menjelaskan kepadamu. Pandanglah batu-batu itu dengan seksama. Di balik batu itu ada sebuah kehidupan. Masing-masing batu yang tampak oleh mu sebenarnya sedang menindih sebuah biji pohon ara.”


“Tidakkah benih pohon ara itu akan mati karena tertindih batu sebesar itu Bapa ?”


“Tidak anak ku. Sepintas lalu memang batu itu tampak sebagai beban yang akan mematikan benih pohon ara. Tetapi justru batu yang besar itulah yang membuat pohon ara itu sanggup bertahan hidup dan berkembang sebesar yang kau lihat di tepi jalan kemarin”.
“Bilakah hal itu terjadi Bapa ?”


“Batu yang besar itu sengaja diletakkan oleh penanamnya menindih benih pohon ara. Mereka melakukan itu sehingga benih itu tersembunyi terhadap hembusan angin dan dari mata segala hewan. Samapai beberapa waktu kemudian benih itu akan berakar, semakin banyak dan semakin kuat. Walau tidak tampak kehidupan di atas permukaannya, tetapi dibawah, akarnya terus menjalar. Setelah dirasa cukup barulah tunas nya akan muncul perlahan. Pohon ara itu akan tumbuh semakin besar dan kuat hingga akhirnya akan sanggup menggulingkan batu yang menindihnya. Demikianlah pohon ara itu hidup. Dan hampir di setiap pohon ara akan kau temui, sebuah batu, seolah menjadi peringatan bahwa batu yang pernah menindih benih pohon ara itu tidak akan membinasakannya. Selanjutnya benih itu menjadi pohon besar yang mampu menaungi segala mahluk yang berlindung dari terik matahari yang membakar.”


“Apakah itu semua tentang kehidupan ini Bapa ?”, tanya anaknya.


Sang Saudagar menatap anaknya lekat-lekat sambil tersenyum, kemudian meneruskan penjelasannya.


“Benar anak ku. Jika suatu saat engkau di dalam masa-masa hidupmu, merasakan terhimpit suatu beban yang sangat berat ingatlah pelajaran tentang batu dan pohon ara itu. Segala kesulitan yang menindihmu, sebenarnya merupakan sebuah kesempatan bagi mu untuk berakar, semakin kuat, bertumbuh dan akhirnya tampil sebagai pemenang. Camkanlah, belum ada hingga saat ini benih pohon ara yang tertindih mati oleh bebatuan itu. Jadi jika benih pohon ara yang demikian kecil saja diberikan kekuatan oleh Sang Khalik untuk dapat menyingkirkan batu diatasnya, bagaimana dengan kita ini. Dzat Yang Maha Perkasa itu bahkan sudah menanamkan keilahian-Nya pada diri-diri kita. Dan menjadikan kita, manusia ini jauh melebihi segala mahluk dimuka bumi ini. Perhatikanlah kata-kata ini anak ku. Pahatkan pada loh-loh batu hatimu, sehingga engkau menjadi bijak dan tidak dipermainkan oleh hidup ini. Karena memang kita ditakdirkan menjadi tuan atas hidup kita.”

Published in: on Juni 9, 2008 at 4:11 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

Email Jawaban Dari Pihak AXIS

Kemarin saya baru menerima email di forum Bicara. Email ini datangnya dari Grace HM yang berdasarkan pengakuannya merupakan customer service AXIS. Emailnya berikut ini:

JAWABAN DARI PIHAK AXIS :
Grace HM
Customer Service
Mobile: +62 838 8000 618
grace.heny@axisworl d.co.id

Buat teman2 yg mungkin dpt spamming SMS atau email soal AXIS adalah kartu setan, ini jawaban saya :
Soal issue setan itu, sy udah baca teman, setiap hari ada beberapa email yg masuk ke correspondence unit sy dan kita jawab dgn baik, kalau boleh saya jawab secara personal dan sbg karyawan AXIS, ini pendapat pribadi saya sbb ya :

* AXIS adalah brand PT NATRINDO Telepon Selular, nama AXIS adalah berasal usul dari MAXIS (inget share holder asing kami yg pertama adalah MAXIS) sebelum di beli oleh Saudi Telecom Company
* Offer 666 adalah utk kemudahan mengingat dan mohon di cek offer kami di Bulan Feb 2007 dng brand NTS adalah Rp 1 / detik which is sama dgn Rp 60/ menit. Meeting ttg tariff ini adalah yg sangat menarik dan saya tahu banget darimana angka 666 tsb berasal. Kalau kami mau semua 666, tentu tidak akan membuat batas offer limit data 100 Mb tapi 666 Mb donk ? Selain tariff ini, ada tariff lain yaitu Rp 1,200 utk SLJJ, khan tidak 666 tukh.
* Nomor awalan kami bukan 0866 tapi 0838 XXX XXXX – skali lagi di ulangi 0838 – pls check my number, kalau di spamming ada nomor telpon dengan awalan 08666 426454 coba saja di call dan cek ke Depkominfo – nomor awalan tsb punya operator siapa ? Di sini GAMPANG skali mengecek bo’ongnya.
* Natrindo sendiri adalah persh netral – tidak berpihak kepada aliran/agama apapun, tapi sy sendiri masuk dalam Persekutuan Doa Oikumene Natrindo – kami berkumpul tiap Jumat beserta teman2 segedung Citra Graha, ke sini dech kalau mau ikutan doa – daripada gossip mending doain saya.
* Kalau kita melihatnya sih ini lebih ke psy war dan in a way bagus buat propaganda AXIS krn mereka yg ga tahu jadi tahu loch J

Note : Alkitab punya 66 kitab dan Alqur’an punya 6666 ayat serta bagi Chinese angka 6 adalah berarti maju.
Saya sendiri suka ketawa sakit perut kalo baca spam SMS atau spam email tsb soal kartu setan ini, ternyata ada saja org termakan hal ini.
Ya, anggap saja kita celebrity dech jadi di gossipin terus.. J J J

end email

Yah emang ngapain juga sih percaya yang begituan. Kan sama aja syirik…

Published in: on Mei 16, 2008 at 3:25 pm  Comments (1)  

Dongeng Tukang Cukur: “Apakah Tuhan itu ada?”

Cerita anonim ini sudah cukup banyak diceritakan, namun tetap menarik karena mengetuk dan meyakinkan kembali hati kita. BTW cerita ini tidak bermaksud mendiskreditkan tukang cukur lhoo!

Seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk merapikan rambut dan mencukur kumisnya.

Si tukang cukur mulai bekerja dan seperti biasa memulai pembicaraan hingga suasananya menghangat.

Mereka berbicara berbagai topik pembicaraan hingga sampailah diskusi tentang Tuhan

Si tukang cukur bilang: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.

“Kenapa anda bilang begitu??” balas si pelanggan

“Begini Pak, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan padaku, jika Tuhan itu memang ada, adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah kemelaratan??

Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si pelanggan tidak merespon, karena fikirnya tidak ada gunanya berdebat bila tidak ada argumen dan bukti yang kuat, hanya akan jadi debat kusir saja.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Di tengah jalan dia melihat seseorang dengan rambut panjang acak-acakan, kotor dan brewok yang tidak terawat. Orang itu terlihat kotor dan jorok

Si pelanggan segera kembali ke tempat tukang cukur lalu berkata: “Tahukah anda sebenarnya TUKANG CUKUR ITU TIDAK ADA!!”

Si tukang cukur tidak terima dan balas berkata: “kok anda bisa bilang seperti itu? Saya di sini, tukang cukur, ada!, dan baru saja saya mencukur anda!”.

“Tidak!” kata si pelanggan, lalu menambahkan “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”

“Ah iya sih, tapi tukang cukur tetap saja ada!” sanggah tukang cukur. “Jika anda melihat orang seperti itu, itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang ke saya? Tidak minta saya cukur?” jawabnya membela diri.

“Yup!” kata si pelanggan menyetujui. “Itulah poin utamanya. TUHAN ITU ADA! Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepadaNya, tidak mau mencariNya, tidak mau meminta tolong kepadaNya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini”

Si tukang cukur hanya bisa bengong

Sumber: Anonim

Regards to Beraniegagal.com

Published in: on April 10, 2008 at 4:58 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Dongeng Pohon Apel

Dongeng ini cukup terkenal, anda mungkin pernah mendengar atau membacanya namun saya selalu tersentuh setiap membacanya.

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

”Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu, maka janganlah kamu mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman 14-15)

(Regards to Dudung.net)

Published in: on Maret 30, 2008 at 1:38 pm  Comments (3)  
Tags: ,