The Most Beautiful Thing

Lagi iseng2 jalan2 di belantara maya, menyusuri rimba blog, gak sengaja nemu kalimat yang bikin stunning & terharu… so sweet. Kalimat nya biasa aja sih
The most beautiful thing is to see a person smiling…

And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!
See? Kata2nya biasa aja, tapi dalem. eeh terus ada gambar lucu nya lagi. Here’s the picture:

so cute & sweet hehe

regards to pembuat blog ordik2008

Published in: on Agustus 29, 2008 at 5:24 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Filosofi Pensil

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.

“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu”.

“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Teman2, pensil-pensil ini mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasil berharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang heboh dan spektakuler.

Bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu” Allah telah bersabda. Maka hanya yang tetap pada jalur tujuan penciptaanlah yang sesungguhnya yang berhasil. Yang paling banyak berguna bagi manusia yang lain lah yang paling berguna.

Story regards to Anthony Dio Martin

Email regards to Nisabila

Picture regards to istockphoto

Published in: on Agustus 24, 2008 at 4:44 pm  Comments (2)  
Tags: , , ,

Cinta Tanpa Syarat

Beberapa hari yang lalu dapet email berisi tentang cerita ini, Huhuhu so sweet

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita.” Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi…. kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

story regards to Andre Wongso

email regards to nisabila

Published in: on Agustus 24, 2008 at 4:05 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,

Kenapa MUI dan Pemerintah Masih Ragu Melarang Atau Menjatuhkan Fatwa Haram Terhadap Rokok?

Ya, isu pelarangan rokok mulai merebak lagi. Dimulai dengan kedatangan Seto Mulyadi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ke kantor pusat MUI untuk meminta MUI mengeluarkan fatwa haram untuk merokok sebagai perwujudan perlindungan terhadap anak. “Kak seto datang ke sini untuk minta dukungan. Minta agar hak anak-anak untuk dilindungi. Oleh karena itu anak-anak jangan merokok dan mengeluarkan fatwa haram merokok,” ujar Anwar Abbas, Sekretaris MUI

Dan Seputar Indonesia sore ini menayangkan bahwa MUI masih berkeberatan untuk menjatuhkan fatwa haram untuk merokok mengingat buruh pabrik rokok dan petani tembakau. Hmm benarkah?

Sebenarnya siapa sih yang mendulang emas dari perdagangan rokok di tanah air ini? Jelas bukan buruh pabrik yang hanya dibayar 10.000 per hari dan beras 5 kg untuk satu minggu bahkan ada desas-desus bahwa buruh rokok hanya dibayar Rp. 50,00 per batang yang mereka gulung. Ataupun bukan para petani tembakau yang hanya dibeli dengan harga murah, yang pada waktu panen harganya bisa jatuh sekali karena ada mafia perdagangan yang menguasai perdagangan tembakau. Jelas bahwa yang mendapat untung paling besar adalah para pemilik pabrik rokok. Siapa? Putra bangsa ini? Sayangnya bukan sama sekali.

Apakah lagi-lagi mengambil alasan cukai rokok sebagai penyumbang pajak terbesar? Hm asal tahu saja bahwa pengeluaran dan kerugian akibat rokok justru jauh lebih besar daripada pemasukan dari pajak rokok. Jadi buat para perokok yang suka merasa (dan menyombongkan diri) anda penyumbang pajak terbesar ya… sadarlah bahwa anda juga pembuang pajak terbesar juga

Apakah mau menilai dari CSR para pabrik rokok? Bea siswa? Biayain konser musik? Asal tahu saja biaya untuk kegiatan sosial hanya menghabiskan 2 % dari keuntungan produsen rokok

Selain itu cukai rokok Indonesia termasuk yang paling rendah dan harga rokok di Indonesia termasuk paling murah. Belanja rakyat miskin di Indonesia lebih dari 10 % nya untuk rokok, bahkan bagi beberapa perokok lebih baik anak nya berhenti sekolah daripada dirinya berhenti merokok

Oke kita kesampingkan semua itu. Yang di garis bawahi oleh Seto Mulyadi dan KPAI terutama adalah melindungi anak dari rokok dan menjadi perokok muda. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perokok pemula, umur 5-9 tahun, naik secara signifikan. Hanya dalam tempo tiga tahun (2001-2004) persentase perokok pemula naik dari 0,4 menjadi 2,8 persen. Berdasarkan penelitian LPKM Universitas Andalas mengenai pencegahan merokok bagi anak umur di bawah 18 tahun yang dilakukan di kota Padang menunjukkan lebih dari 50% responden memulai merokok sebelum usia 13 tahun.
Intinya, usia anak merokok telah bergeser dari usia belasan tahun, kini menjadi 5-9 tahun atau rata2 usia 7 tahun

Yang juga perlu menjadi perhatian pemerintah adalah AKSES terhadap rokok. Di Amerika rokok adalah legal, tetapi hanya diperbolehkan bagi yang berumur di atas 18 tahun. Pembeli rokok harus menunjukkan KTP apabila hendak membeli rokok. Sementara di Indonesia? Seorang anak umur 5 tahun pun bisa saja membeli rokok karena tidak ada pengawasan yang tegas baik dari pemerintah maupun dari masyarakatnya.

Sayangnya pemerintah seringkali tidak peduli dengan kenyataan di lapangan. Dengan berdalih bahwa pelarangan ini itu akan mengurangi pajak dari rokok, pengangguran buruh pabrik rokok dan petani rokok? Hmmm dari data yang ada, tidak ada tuh Negara yang bangkrut gara-gara melarang rokok. Tidak ada rakyat yang mengkudeta gara-gara negaranya menutup pabrik rokok. Jadi? Apa alasan MUI dan pemerintah sebenarnya? Bahkan untuk sekedar mengawasi transaksi rokok dan kewajiban pemberian gambar peringatan merokok pada kemasan rokok saja pemerintah masih enggan…..

Data-data regards to:

buku”Perusahaan Rokok Untung Besar” karangan Eko Prasetyo

http://www.kpai.go.id

Published in: on Agustus 13, 2008 at 5:48 pm  Comments (4)  
Tags: , , , , ,

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H

Teman-teman semua, Ramadhan sudah tinggal   sekitar setengah bulan lagi. Sampai dimana persiapannya?Semoga Allah mempersiapkan diri kita agar Ramadhan kita kali ini diselimuti oleh keberkahan, kemuliaan, dan ampunan dari Allah SWT ya.

Nah untuk semakin mempermantap persiapan kita silakan didownload jadwal imsakiyah Ramadhan 1429 H di sini. (format PDF) atau di sini (format xls/Ms Excell)

picture regards to http://rahmadanil.wordpress.com/

Info & download link regards to masbadar.wordpress.com

download link Ms Excell format regards to mdianapriyanto.wordpress.com

Published in: on Agustus 13, 2008 at 11:17 am  Comments (10)  
Tags: , , ,

Kisah Wanita di Lift Dengan Dua Orang Kulit Hitam

Baru-baru ini di Atlantic City – AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.

Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana. Ia berpikir, “Dua orang ini akan merampokku.” Tapi pikirnya lagi, “Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah.”

Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan, mereka tahu yang saya pikirkan!

Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.

Lalu, salah satu dari mereka berkata, “Hit the floor” (Tekan Lantainya-kalo istilah dalam lift “tekan tombol lantai yang diinginkan”). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup.

Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, “Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya.” Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Mereka pun menolong wanita tersebut berdiri. “Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift,” kata seorang yang bertubuh sedang.

Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir , “Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku.” Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.

Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.

Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.

Esok paginya sekeranjang bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.

Pada kartunya tertulis: “Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini.”

Tertanda:
> Eddie Murphy
> Michael Jordan

(Yeah that Eddie Murphy (bintang film Holywood), and that Michael Jordan (bintang basket NBA)

* * * *

Berbaik sangka… Yup salah satu sikap yang sebenarnya mudah tapi terkadang sulit. Terkadang salah juga karena mata hati kita tertutup oleh silaunya apa yang dilihat mata kita.

Betapa mudah kita berbaik sangka kepada orang yang cantik/cakep, keren dengan pakaian gaya executive muda ataupun gaya artis terkini.

Gampang sekali fikiran kita dihinggapi prasangka ketika dihadapkan pada orang jelek, item, pakaian lusuh, sandal jepit… (ups, yang ngerasa no offense ya..)

Well memang paradigma dan cara pandang hidup kita yang harus dirubah untuk menjadi semakin positif setiap harinya. Jika kita coba untuk mencoba untuk berbaik sangka kepada semua orang hmmm sepertinya semua orang menjadi matahari yang menerangi….

Berbaik sangka…. Tapi tetap waspada.

Story regards to Beraniegagal.com

Published in: on Agustus 12, 2008 at 4:40 am  Comments (1)  
Tags: , ,

Restoran Taiwan Modern Toilet

Soal kreativitas, ternyata orang Taiwan juga gak kalah sama orang Jepang. Ini salah satu contohnya: Restoran Modern Toilet.

Apa yang bikin restoran ini unik? Sesuai namanya segala unsur di restoran ini mirip dengan toilet. Mulai dari tempat duduk berupa dudukan toilet…..

Mangkok dudukan toilet….

Mangkok bakso bak mandi…

Nih yang paling esktrem… es krim berbentuk….(kenapa juga mangkuk es krimnya bentuk toilet juga)

Siapa yang kefikir coba bikin restoran kaya gini? Tapi emang kreativitas, thinking out of the box… itu yang bikin orang-orang sukses. Sayangnya kebanyakan kita fikirannya selalu terbentur dengan ketakutan dan keterbatasan…pemikiran akan kemustahilan yang membuat daya kreativitas kita terbatasi

photo regards http://funfever.blogspot.com/2007/11/taiwans-modern-toilet-restaurant.html

Published in: on Agustus 11, 2008 at 3:24 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

Misteri rezeki Allah

Jika kita termasuk yang sering bercukur di tukang cukur bermerk “Pangkas Rambut”, cobalah bertanya kepada si akang pemangkas rambut tersebut perihal pendapatannya, maka kita akan takjub bagaimana dia bisa memperoleh 100 hingga 200 ribu perhari

Kemudian tanyakan juga kepada para pedagang toko kecil yang banyak berdiri di sudut jalan atau ujung gang, biasanya mereka menjual rokok, penganan kecil seperti biskuit dan permen dan juga kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan pasta gigi. Hampir semua pemilik warung kecil itu selalu ada saja yang membeli barang dagangan mereka

Semua pun tahu, bahwa nyaris semua penjahit yang datang dari padang kemudian mencari nafkah di Kalimantan Barat atau di wilayah lain, tetapi kenyataannya mereka tetap hidup dan bisa sejahtera. Seperti halnya tempat-tempat penambal ban maupun bengkel motor di pinggir jalan itu sering kita panggil “Ucok” yang menandakan mereka datang dari Sumatra Utara, tetapi tetap bisa mendapat uang di rantau orang

Seorang teman saya pernah bertanya kepada para penjual Handphone di Mangga dua dan ITC Roxy. “Kok bisa sih di pertokoan yang sarat dengan usaha sejenis dan ratusan saingan mereka masih bisa mendapat untung, bahkan melunasi sewa ruko yang selangit?” Dengan yakinnya koko dan enci penjaga toko berkata “Masalah rezeki yang Diatas sana yang mengatur” Jawaban yang unik padahal kita sering memandang sebelah mata pada mereka yang masih percaya Feng Shui, membakar hio/kemenyan, ataupun memakai boneka kucing pemanggil

Tentu sangat menarik memperhatikan fenomena ini, karena masing-masing mereka sudah ada ‘jatah’ rezeki dari Allah Swt. Seperti halnya semut atau nyamuk yang sekecil itu. Allah menjamin semua rezeki mahluk melata di bumi ini. Semua makhluk Allah mempunyai rezeki masing-masing. Dan Allah Maha Adil membagi-bagi rezeki kepada setiap makhluk di muka bumi ini.

Jadi masih layakkah kita merasa risau dan ragu tentang rezeki Allah? Sementara Allah berkata “Aku bagaimana persangkaan hambaKu kepadaKu” justru keraguan kita akan rezeki Allah lah yang menjadi penghalang rezeki Allah sampai pada diri kita

Published in: on Agustus 10, 2008 at 4:36 pm  Comments (2)  
Tags: , ,

Dadan Goes to Kondangan

Seiring dengan makin dekatnya bulan Ramadhan, makin banyak pula undangan pernikahan. Setelah minggu lalu dijejali (emang apaan?) dengan 3 undangan. Hari minggu ini ada 2 undangan pernikahan. Satu dari teman kuliah di FKM lainnya teman kuliah di kimia. Mana bersebrangan banget lagi tempatnya. Yang satu di Masjid PI,lainnya di Kramat jati, keduanya jam 11 – 1. Waduh

Setelah mengingat minggu kemaren dateng ke nikahan dua orang teman kuliah di kimia, menimbang jauhnya jarak PI dengan kramat jati, akhirnya memutuskan dateng ke pernikahan temen FKM di Masjid PI.

Paginya minta maaf ke kaka gak jadi dateng ke rumahnya nengokin ponakan. Kaka Cuma ngomel: “ke undangan melulu, kapan nyebar undangan?” DOH! Gw belom cerita udah putus sama calon kemaren.

Rencana berangkat sendirian gak jadi coz si empi ngajakin bareng, OK deh, better than alone meski risiko di “cie..cie” In sama anak2.

Dan…si empi bodoh itu dengan acara dandan plus ngaret plus ” tadi ngobrol sama temen dulu” plus nanya “eh A, gw pake celana apa rok aja ya?” dengan sukses bikin acara berangkat jadi molor hingga 30 menit menjelang acara. Yah gw sih ngedumel eh memaklumi aja, namanya juga cewek. Sekalian latihan bersabar nunggu siapa tahu istri gw kelak nanti nya agak telatan.

Karena 30 menit menjelang acara dan gak mungkin nunggu Debby (panggilan mesra bus PO Deborah) akhirnya mutusin pake angkot disambung taksi aja (doh, abislah jatah uang makan gw)

Sesampai di lokasi jam 12.30, pas masuk gedung resepsi yang berada di bawah masjid acaranya sudah akhir doa pernikahan Hmmm pas banget. Pas? Yup waktunya makan hehehe

Sebelum melanjutkan, perlu diketahui bahwa gw menganut Hukum Kekekalan Mempelai di Kondangan yang terdiri dari dua prinsip yaitu:

Satu: Hukum keterbatasan makanan. Bahwa makanan di kondangan terutama makanan saung2an adalah terbatas jumlahnya, apalagi jika meninjau perbandingan saung dengan jumlah undangan

Dua : Hukum ketidak terbatasan mempelai. Bahwa sebanyak apapun undangan tidak akan mempengaruhi jumlah mempelai, apalagi menghabiskannya.

PS: Hukum ini hanya berlaku di kondangan, anda wajib untuk tidak percaya. Segala penyalahgunaan hukum ini silakan ditanggung sendiri

Maka langsunglah gw mendekati saung terdekat dan memulai wisata kuliner di kondangan yang rutin gw lakukan

Menu 1: Empal gentong. Empal gentong agak jarang ada di kondangan dan di kondangan kali ini enak banget. Kuahnya gurih n kental. Hmmm gw gak inget kapan terakhir kali makan gentong seenak ini ya? Nilai: 85/100

Lepas dari empal langsung menuju saung favorit lainnya yang ternyata antriannya panjaaaang

Menu 2 : Kambing Guling. Hohoho makanan penuh kolesterol ini memang termasuk favorit semua orang terlepas dari dampaknya bagi tubuh tersayang. Sayangnya di kondangan ini biasa aja… Nilai 60/100

Target selanjutnya saung dengan antrian gak kalah panjang

Menu 3: Martabak Mesir. Wah ini gw baru nemu di kondangan, extra rare food. Sayangnya kurang enak, masih enakan martabak bandung di gerbang kota Depok. Nilai 40/100

Oh ya ada yang lucu sekaligus ironis bagi orang lain. Gw yang ambil porsi terakhir martabak mesir meski di belakang gw masih antri sekitar 7-8 orang lagi. Yah anda kurang beruntung. Abis gimana lagi porsi gw aja udah dikit banget

Menu 4: Es Doger. Hmm porsinya Cuma segelas aq*a, tapi enak juga. Seger. Nilai 75/100

Ini saungnya di sebelah martabak dan karena gak ada antrian, waktu antrian martabak lewat ni saung, langsung sambeeer.

Menu 5: Kue & puding. Yummy berbagai macam jenis kue dan puding yang agak aneh dan agak jarang gw temuin di kondangan. Enak. Nilai 80/100

Habis menu kelima… kenyang. Ngobrol sama anak2, terus salaman ke mempelai nah bener kan Hukum Kekekalan mempelai di kondangan gw. Mempelai masih dalam kondisi prima, senyum dan… “Dadaaaaan makasih banget ya udah dateng…..” Duh jadi agak gak enak nih makan dulu tadi hihi

Habis salaman si butet baru dateng ditemenin cowok yang diakuinya “temen SMU aja kok”. Ngobrol sebentar eeeeh ngajak makan lagi. Dengan sedikit terpaksa (terpaksa?) makan nasi juga. Nasi sekitar dua sendok, lauknya masing2 satu. Hmmm lumayan

Menu 5: Nasi + lauk. Langsung aja nasi goreng nilai 70/100. Sop 70/100. Ayam bakar 50/100. Daging+paprika 80/100. Ayam bakarnya kurang enak, nyampe nyisa dikit, tumben gw nyampe nyisain makanan.

Selesai makan, karena udah jam 1, akhirnya pamitan ke mempelai terus sholat. Hmmm enak banget langsung di tingkat atasnya masjid.

Di masjid ternyata masih ada meja bekas ijab qabul. Ya Allah gw langsung mellow n meleleh. Yaa Rabb kapan giliran gw??

[long pause] A litre eh little tears

Selesai sholat gw langsung pulang ke Depok bareng Empi, Nurdiana, & Fitri pake taksi. Sempet ngeluhin masalah2 bos-bos mereka yang masih doyan korupsi DOH! Hmm terlalu banyak kalo diumbar di sini pokoknya para pejabat di Dep*** itu sampe motong anggaran suatu project nyampe Cuma 40% aja yang bener2 dipake. Duh Negara yang menyedihkan. Untungnya temen2 gw masih pada idealis kerja di sana….

Setelah bermacet ria di LA nyampe margonda akhirnya nyampe juga di kostan tercinta.

Published in: on Agustus 10, 2008 at 4:21 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Anak Jatuh Dari Eskalator dan Kondisi Safety Pusat Perbelanjaan

ceritanya sudah sekitar seminggu yang lalu, tepatnya terjadi pada 4 Agustus kemarin dimana seorang bocah terjatuh lagi dari eskalator ITC Roxy

Liputan selengkapnya di http://video.okezone.com/play/2008/08/04/236/2605/bocah-jatuh-dari-eskalator-lantai-ii-roxy-mas

Kejadian ini nambahin lagi peristiwa kecelakaan yang terjadi di pusat perbelanjaan. Masih ingat kejadian anak jatuh dari eskalator sebelumnya dan mobil jatuh dari tempat parkir? Korban umumnya adalah anak-anak, dan ada yang hingga tewas. Salah siapa ini? Orang tua yang kurang teliti mengawasi anaknya? Pemilik pusat perbelanjaan? Pemerintah?

Yang jelas kalo saling menyalahkan gak akan ada habis-habisnya

Tapi memang sudah saatnya pemerintah membuat suatu aturan safety di pusat perbelanjaan dan mengawasinya dengan benar sehingga pemilik pusat perbelanjaan punya pedoman dalam membangun sebuah pusat perbelanjaan yang aman bagi keluarga. Masyarakat pun sebagai pengunjung dapat dengan lega berbelanja tanpa khawatir anaknya jatuh dari eskalator

Sayangnya saat ini pemerintah masih sibuk bangun mal dan apartemen di sana-sini dengan kurangnya pengawasan dalam pembangunan tersebut, apakah dari segi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang sudah menjadi rahasia umum bahwa AMDAL yang tak lulus bisa diluluskan dengan sogokan. Ataukah dari segi health & safety bangunan itu sendiri sehingga dalam pemakaian oleh pengguna  nantinya tidak terjadi kecelakaan dan sakit akibat bangunan.

Sedikit trivia: Coba bayangkan anda sedang berada di lantai teratas mall yang paling sering anda kunjungi dan dalam kondisi penuh/crowded. Tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Tahukah anda dimana posisi emergency exit? atau fire extinguisher terdekat?

Hmm lain kali mungkin jangan hanya apal tempat mushola ataupun toilet, tapi harus apal juga posisi emergency exit

Published in: on Agustus 9, 2008 at 6:38 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,