Manfaat Berbuat Kebaikan

Pada suatu hari seorang raja melewati seorang tua yang sedang menanam pohon buah Zaitun, kemudian raja berhenti sebentar sambil berfikir tentang harapan yang berada di pikiran orang tua itu, sedangkan orang tua itu boleh jadi tidak lagi hidup ketika saatnya memakan buah dari pohon yang ia tanam, karena umurnya yang sudah sangat tua tersebut.

kemudian raja berkata: “Wahai Orang tua bukan waktunya lagi engkau menanam pohon Zaitun ini, karena pohon ini lambat pertumbuhan dan berbuahnya sedangkan kau orang tua yang sangat renta sekali.”

orang tua itu berkata : “wahai raja, orang-orang dahulu juga telah menanam apa yang kita makan hari ini, maka sudah sepantasnya kita menanam supaya anak cucu kita nanti bisa makan apa yang kita tanam sekarang”

Lantas Raja berkata “Anda sungguh luar biasa mulia.” seperti biasanya apabila raja berkata seperti itu kepada seseorang, maka kepada orang itu diberi hadiah sesuai dengan ukuran yang sepantasnya, maka raja membayar untuk harga buah tersebut kepada orang tua itu.

maka orang tua itu berkata lagi “wahai raja, bagaimana pendapatmu tentang apa yang aku tanam, alangkah cepat berbuahnya.”

raja itu berkata, “luar biasa” untuk yang kedua kalinya, kemudian orang tua itu diberikan hadiah lagi yang lain.

orang tua itu berkata lagi. “wahai raja, setiap pohon yang berbuah sekali dalam satu tahun, sedangkan pohonku ini berbuah dalam sebentar saja dua kali.”

maka raja berkata untuk kali ketiga “luar biasa”, kemudian raja berjalan dan berkata kepada para sahabatnya “Ayo pergi, jika kita terus-terusan berhenti di kebun orang tua ini, maka tidak akan cukup apa yang ada di perbendaharaan kita untuk memberi hadiah kepadanya”.

 

Cerita diatas adalah contoh bahwa Setiap kebaikan yang kita lakukan akan selalu kembali kepada kita, membawa manfaat bagi kita yang mengerjakan kebaikan itu sendiri sebagaimana Firman Allah SWT.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir: seratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia)-Nya) lagi Maha mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 261).

 

Story regards to Agussyafii

Iklan
Published in: on September 5, 2008 at 6:17 am  Comments (2)  
Tags: , , ,